Mengenal Teknologi Pengenalan Wajah Anak Bangsa yang Diakui Dunia

ADVERTISEMENT

Mengenal Teknologi Pengenalan Wajah Anak Bangsa yang Diakui Dunia

Agus Tri Haryanto - detikInet
Sabtu, 05 Mar 2022 20:37 WIB
Face Recognition
Ilustrasi Mengenal Teknologi Pengenalan Wajah Anak Bangsa yang Diakui Dunia. Foto: istimewa
Jakarta -

Teknologi pengenalan wajah besutan PT Digital Data Teknologi Terdepan (Digidata) diakui oleh dunia.

Kepastian itu usai Digidata meraih sertifikasi untuk penilaian algoritma di kategori Face Recognition Vendor Test (FRVT) dari National Institute of Standards and Technology (NIST) pada akhir Februari kemarin.

Sebagai informasi, NIST merupakan lembaga standarisasi dan salah satu laboratorium bidang sains dan teknik tertua yang berbasis di Amerika Serikat (AS). NIST ini berada di bawah kendali Departemen Perdagangan Pemerintah AS.

FRVT sendiri adalah program uji pengukuran kinerja teknologi pengenalan wajah yang dijadikan tolak ukur kecanggihan teknologi tersebut berdasarkan algoritma yang dimiliki dan dapat diterapkan di lembaga sipil, jasa keuangan, maupun penegak hukum.

Program uji pengukuran FRVT ini dilihat dari akurasi, kecepatan, ketangguhan, pemakaian CPU, dan memory, serta beberapa faktor lainnya.

"Kami sebagai investor sangat bangga terhadap prestasi yang diraih oleh Digidata. Hal ini menunjukkan bahwa Digidata berkembang dengan baik dan signifikan," ujar Komisaris Digidata dan CFO dari GDP Venture, Benny Sudrata dalam siaran persnya.

Teknologi algoritma face recognition yang dimiliki Digidata mencapai peringkat top 30 dari 250 perusahaan di dunia yang mengikuti sertifikasi dari NIST dalam hal biometric template generation, finalization, pencarian matching, pemakaian resource CPU dan memory.

Kemampuan tersebut rupanya tidak terlepas dari Digidata yang langsung berguru kepada beberapa lembaga penegak hukum sebagai pionir Electric Know Your Customer (EKYC).

"Sehingga kami mengetahui teknologi biometrik apa yang dibutuhkan dan sangat membantu perusahaan dalam menanggulangi fraud," ucap CIO Digidata, Yogi Liman.

Dengan mengantongi sertifikasi dari NIST, Digidata berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi terdepan, lebih inovatif, dan tangguh lagi.

Saat ini, Digidata sedang dalam persiapan proses pencatatan pada kategori selanjutnya di NIST. Misalnya untuk fingerprint, iris, voice, object detection, dan lainnya.

Disampaikan Digidata persiapan tersebut tetap memfokuskan pengembangan dan meningkatkan semua teknologi yang dimiliki perusahaan.



Simak Video "DPR soal Face Recognition Pengeroyok Ade Armando Salah: Yang Keliru Itu Apa? "
[Gambas:Video 20detik]
(agt/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT