Siap-siap, Pengguna iPhone Korban Pegasus Bakal Dikabari Apple

Siap-siap, Pengguna iPhone Korban Pegasus Bakal Dikabari Apple

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Kamis, 25 Nov 2021 15:10 WIB
NEW YORK, NY - AUGUST 02:  The Apple logo is displayed in an Apple store in lower Manhattan on August 2, 2018 in New York City. On Thursday the technology company and iPhone maker became the first American public company to cross $1 trillion in value. Apple stock is up more than 20% this year.  (Photo by Spencer Platt/Getty Images)
Foto: Spencer Platt/Getty Images
Jakarta -

Tak lama setelah mendaftarkan gugatannya ke NSO Group akibat spyware Pegasus, Apple juga mengambil langkah tambahan untuk para korban spyware tersebut.

Apple bakal memberi tahu pengguna iPhone yang menjadi korban spyware Pegasus, yang memanfaatkan celah keamanan bernama FORCEDENTRY, demikian dikutip detikINET dari Phone Arena, Kamis (25/11/2021).

Exploit zero click itu memang kini sudah ditambal oleh Apple, namun menurut Apple masih ada sejumlah kecil pengguna yang perangkatnya sudah terlanjur disusupi oleh Pegasus. Namun Apple memang tak mengungkap jumlah pasti korbannya itu.

Namun yang jelas, setiap korban serangan FORCEDENTRY tersebut akan diberi notifikasi oleh Apple, baik lewat email, iMessage, ataupun SMS. Apple pun bakal memberikan instruksi untuk menambal celah tersebut dan memperbaiki masalah privasi serta keamanan siber setelahnya.

Apple pun memastikannya dalam dokumen dukungan yang baru mereka rilis kalau Apple tak akan pernah meminta pengguna untuk mengklik link apa pun, membuka file, menginstal aplikasi ataupun profil, apalagi meminta password Apple ID ataupun kode verifikasi lewat email ataupun telepon.

Satu-satunya cara untuk memastikan keaslian notifikasi keamanan dari Apple yang dikirimkan ke ponsel adalah dengan login ke appleid.apple.com. Jika notifikasi itu benar-benar dari Apple, maka notifikasi itu juga akan muncul di laman tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Apple melayangkan gugatan ke NSO Group. Raksasa teknologi yang bermarkas di Cupertino ini menuduh perusahaan asal Israel itu menggunakan spyware Pegasus untuk membobol iPhone.

Apple mengatakan NSO Group menciptakan teknologi pengawasan canggih yang disponsori negara yang memungkinkan spyware yang sangat ditargetkan untuk mengawasi korbannya. Serangan ini hanya ditujukan pada sejumlah kecil pengguna, namun berdampak pada orang-orang di berbagai platform, termasuk iOS dan Android.

"NSO Group seperti aktor yang disponsori negara, menghabiskan jutaan dolar untuk teknologi pengawasan canggih tanpa akuntabilitas yang efektif. Itu perlu diubah, "Craig Federighi, Senior Vice President of Software Engineering Apple.



Simak Video "AS Terbitkan 2 Aplikasi Paten Baru Apple, Mau Bikin Drone?"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)