Serangan Cyber di RI 2020 VS 2021, Turun Tapi Makin Berbahaya

Serangan Cyber di RI 2020 VS 2021, Turun Tapi Makin Berbahaya

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 03 Sep 2021 13:55 WIB
Human hand on keyboard,isolated, selective focus, shallow depth of field, concept of work & technology.
Serangan siber Indonesia menurun tahun ini tapi lebih mengerikan. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Kasus kebocoran data di Indonesia selama 2020-2021 beberapa kali terjadi. Menurut Laksana Budiwiyono Country Manager Trend Micro Indonesia, sebenarnya ada kabar baik dan buruk soal kondisi serangan siber di Indonesia.

Kabar baiknya, serangan di Indonesia pada 2020 menurun secara angka. Kabar buruknya justru serangan yang dilemparkan penjahat semakin dahsyat.

"Ada penurunan dan itu bagus, tapi serangannya makin mengerikan dan makan korbannya makin mengerikan. Artinya, para penjahat itu tidak bisa dipungkiri makin lama makin hebat tingkat kejahatannya, nggak simpel lagi dan makin targeted," ujarnya, Kamis (2/9/2021).

"Dengan index -0,12 masih bersyukur tapi ini sudah masuk risiko sedang," sambung Laksana.

Laksana menjelaskan ada dua tipe jebakan siber, targeted dan massive. Masif diibaratkan penjahat siber 'melempar jala', bisa phishing dan lainnya dan tergantung nasib, siapa yang kurang bagus proteksinya maka bisa terkena.

"Nah sekarang sudah targeted nih. Artinya mereka sudah merencanakan institusi A, dan biasanya lebih dahsyat (serangannya - red)," ujarnya.

Dari riset yang dilakukan Trend Micro, cyber risk index (CRI) Indonesia di tahun 2020 berada di angka 0,26, dalam artian masuk risiko sedang. Di tahun 2021, turun menjadi -0.12 yang bermakna risikonya meningkat, meski belum masuk kategori high risk (risiko tinggi).

Jika diurutkan sesuai warna, 5,01 sampai 10 adalah low risk, 0,1 - 5,0 moderate risk, 2,51 hingga -5,0 elevatated risk, dan -5.01 sampai -10 adalah high risk. Maka artinya, Indonesia tahun lalu berada di warna kuning dan sekarang berada di area oranye.



Simak Video "Manufaktur Ramai Diserang Hacker, Diduga Sasar Produksi Vaksin Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)