Data 1,3 Juta Pengguna Aplikasi eHAC Lacak Corona Dilaporkan Bocor

Data 1,3 Juta Pengguna Aplikasi eHAC Lacak Corona Dilaporkan Bocor

Tim - detikInet
Selasa, 31 Agu 2021 10:40 WIB
Jakarta -

Para periset di vpnMentor mengaku telah mengungkap kebocoran data pribadi yang terjadi di aplikasi test dan pelacakan COVID-19 yang dibuat Indonesia. Aplikasi tersebut adalah electronic Health Alert Card atau eHAC.

Mengutip Panduan Pengguna Aplikasi eHAC, e-HAC adalah Kartu Kewaspadaan Kesehatan, merupakan versi modern dari kartu manual yang digunakan sebelumnya. Sistem e-HAC dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia, dalam hal ini, Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan, Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Aplikasi ini wajib digunakan oleh pengunjung yang memasuki Indonesia ataupun mereka yang bepergian domestik untuk memastikan mereka tidak membawa virus Corona dan dibuat tahun 2021 ini. Namun menurut vpnMentor, developer aplikasi tidak membenamkan protokol privasi yang baik sehingga data lebih dari sejuta orang terbuka di servernya.

Tepatnya ada sekitar 1,3 juta data yang diklaim vpnMentor bocor dari aplikasi itu. Data yang ada termasuk status kesehatan seseorang, informasi pribadi, kontak, hasil tes COVID-19 dan lainnya.

Noam Rotem dan Ran Locar selaku bos vpnMentor menyatakan diungkapnya bocornya data tersebut adalah bagian dari usaha mereka menekan kasus semacam ini. "Tim kami menemukan rekaman data eHAC tanpa halangan karena kurangnya protokol yang ditempatkan oleh developer aplikasi," sebut mereka.

"Di saat tim kami menginvestigasi database dan mengkonfirmasi bahwa rekaman data itu asli, kami menghubungi Kementerian Kesehatan Indonesia dan menunjukkan temuan kami," tambah mereka.

Namun seperti dikutip detikINET dari ZDNet, Selasa (31/8/2021) sudah beberapa hari tidak ada tanggapan dari Kemenkes. Google selaku host dari eHAC juga tidak menanggapi. Akhirnya BSSN disebut mereka bertindak.

"Kami menghubungi badan pemerintah lain, salah satunya BSSN. Kami menghubungi di 22 Agustus dan mereka membalas di hari yang sama. Dua hari kemudian di 24 Agustus, servernya ditutup," sebut vpnMentor.

detikINET sedang meminta konfirmasi langsung dari Kominfo terkait dengan kejadian ini.

(fyk/fay)