Apple Klaim Berhasil Cegah Penipuan Aplikasi Rp 21,3 Triliun

Apple Klaim Berhasil Cegah Penipuan Aplikasi Rp 21,3 Triliun

Josina - detikInet
Sabtu, 15 Mei 2021 16:05 WIB
Customers walk into an Apple Store after Apples new iPhone XS and XS Max went on sale in Beijing, China September 21, 2018. REUTERS/Jason Lee
Foto: Jason Lee/Reuters
Jakarta -

Apple terus berupaya menjaga App Store menjadi toko aplikasi yang aman dan terpercaya bagi pengguna. Apple tak segan-segan menindak, apabila ditemukan aplikasi nakal yang dinilai merugikan terhadap pengembang dan pengguna.

Dilansir detikINET dari Ubergizmo, perusahaan yang bermarkas di Cupertino, AS, baru mengumumkan pada tahun 2020 layanan App Store-nya telah membantu mencegah potensi penipuan senilai USD 1,5 miliar atau setara Rp 21,3 triliun

"Pada tahun 2020 saja, kombinasi Apple antara teknologi canggih dan keahlian manusia melindungi pelanggan dari lebih dari USD 1,5 miliar dalam transaksi yang berpotensi penipuan, mencegah percobaan pencurian uang, informasi, dan waktu mereka - dan membuat hampir satu juta orang berisiko dan rentan aplikasi baru dari tangan mereka," kata Apple.

Apple juga mengklaim lewat proses peninjauan mereka, lebih dari 48.000 aplikasi ditolak, karena mengandung fitur tersembunyi atau tidak berdokumen, 150.000 aplikasi ditolak karena berisi spam, peniru, atau menyesatkan, dan 215.000 aplikasi ditolak karena pelanggaran privasi.

Mereka juga mengatakan bahwa tiga juta kartu yang dicuri juga dilarang digunakan untuk membeli item di App Store.

Tidak diketahui apa alasan Apple di balik publikasi angka-angka ini, tetapi tampaknya muncul setelah laporan terbaru tentang bagaimana Apple telah menjatuhkan bola pada aplikasi tertentu memungkinkan beberapa aplikasi scam untuk beroperasi dan menghasilkan sebanyak USD 1 juta dalam waktu satu bulan.



Simak Video "Apple Bakal Tendang Aplikasi yang Langgar Fitur Privasi"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)