Awas Hoax Cek Peretasan HP Lewat *#21#

Awas Hoax Cek Peretasan HP Lewat *#21#

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Sabtu, 13 Mar 2021 18:05 WIB
ilustrasi smartphone
Ilustrasi telepon (Foto: Unsplash)
Jakarta -

Beredar broadcast kode *#21# untuk mengecek peretasan HP Anda. Ternyata itu adalah hoax belaka. Itu adalah kode untuk call forwarding. Justru, yang harus diwaspadailah adalah penipu dengan modus meminta Anda melakukan call forwarding.

Informasi broadcast ini menyebar di WhatsApp. Bukan kejadian pertama kali, namun sering berulang. Begini broadcastnya:

Sekedar info: Sehubungan dgn maraknya penipu yang meretas Hp..., baik itu WA, IG, fb, dll...
Inilah kiat untuk mengecek nomor kita apakah sudah dihack atau diretas orang.

Mohon Cek di hp masing2
*#21# kalau ada tulisan "diteruskan" berarti hp kita diretas orang...
Kalau tulisannya "tidak diteruskan" berarti aman.
Silahkan dicek
( Bintang Pagar 21 Pagar )

Semoga bermanfaat...🙏🙏

Bagaimana faktanya? Kementerian Kominfo di laman resminya seperti dilihat detikINET, Sabtu (13/3/2021) mengatakan broadcast ini adalah hoax belaka. Menurut Kominfo, *#21# bukan untuk mendeteksi peretasan.

"Kombinasi *#21# sebenarnya digunakan untuk mengaktifkan call forwarding atau pengalihan panggilan," kata Kominfo.

Hal senada dikonfirmasi Alfons Tanujaya, pakar keamanan siber dari Vaksincom. Menurut Alfons itu adalah kode untuk mengecek call atau SMS forward.

"Lebih tepatnya cara untuk mengecek call atau SMS forward di Telkomsel," kata Alfons kepada detikINET.

Alfons mengatakan SMS dan call forwarding memang berhubungan dengan usaha pengambilalihan akun melalui OTP yang diteruskan ke SMS atau call forwarding. Namun caranya adalah pelaku kejahatan siber menelepon korbannya dulu, bukan korban secara inisiatif memasukkan kode itu.

"Biasanya ini dilakukan oleh penipu mengarahkan korbannya memasukkan angka-angka atau pencet tombol-tombol yang tidak dimengerti korbannya. Lalu ternyata ia tanpa sadar memasukkan kode SMS atau call forward," pungkasnya.



Simak Video "Menag Khawatir Maraknya Penyebaran Hoax Berkedok Dakwah"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/jsn)