Main Medsos Harus Tahu Etika Dong!

Kelakuan Netizen

Main Medsos Harus Tahu Etika Dong!

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 13 Mar 2021 13:24 WIB
BERLIN, GERMANY - SEPTEMBER 19:  A shopper ltries out the new Apple iPhone 6 at the Apple Store on the first day of sales of the new phone in Germany on September 19, 2014 in Berlin, Germany. Hundreds of people had waited in a line that went around the block through the night in order to be among the first people to buy the new smartphone, which comes in two versions: the Apple iPhone 6 and the somewhat larger Apple iPhone 6 Plus.  (Photo by Sean Gallup/Getty Images)
Main Medsos Harus Tahu Etika Dong! Foto: GettyImages
Jakarta -

Sama seperti di dunia nyata, bertemu dengan orang yang tidak sopan di media sosial (medsos) memang sangat menyebalkan. Karenanya, sopan santun di dunia nyata juga berlaku di medsos.

Pengamat medsos dari Komunikonten Hariqo Wibawa Satria mengatakan, tidak bertemu langsung bahkan bisa menjadi anonim di medsos, bukan lantas membuat netizen bisa seenaknya berperilaku.

"Online dan offline sama (etikanya). Kadang pengguna akun anonim bisa hilang kesadaran bahwa ia mewakili dirinya. Mereka tidak merasa mewakili dirinya sendiri saat menggunakan medsos, apalagi akun anonim," kata Hariqo saat dihubungi detikINET, Sabtu (13/3/2021).

Disebutkannya, ada banyak penyebab netizen berperilaku negatif di medsos. Misalnya, menyebar hoax karena ingin menunjukkan posisinya di atas orang lain, baik secara kecerdasan, kekayaan, pendidikan, dan lain-lain.

"Ada juga yang termotivasi untuk mendapatkan perhatian dengan membuat konten yang tidak beretika dan mempostingnya di medsos, atau merasa diri lebih atau merasa paling, ini juga sering saya lihat di medsos, sehingga memunculkan bullying, kebencian, fanatisme, doxing, dan perilaku negatif lainnya," jelas Hariqo.

Tentu kita diberikan kebebasan untuk bisa berkomunikasi dengan siapa saja. Namun bebas bukan berarti tanpa etika. Alangkah baiknya apabila kita mengetahui etika apa saja yang harus diperhatikan pada saat menggunakan medsos.

"Etika sangat penting dan berlaku universal di seluruh dunia. Hal kecil misalnya, menutup kamera saat guru memberikan pelajaran secara online bukanlah etika yang baik, dalam webinar internasional itu berlaku juga, demikian pula penggunaan email pribadi untuk bermacam urusan, menggunakan emoji dalam suasana duka, dan lain-lain," terang Hariqo.

Dia menambahkan, etika secara umum sebenarnya sudah dijelaskan dalam aturan penggunaan medsos (term of use) saat kita membuat sebuah akun. Namun kebanyakan orang tidak membacanya dan langsung klik "Setuju" (agree).

Hariqo mengatakan, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di medsos bisa semakin bertambah seiring perkembangan etik di media sosial. Namun setidaknya, empat hal di bawah ini wajib menjadi pegangan:

1. Etika Berkomunikasi

Alangkah baiknya apabila sedang berkomunikasi secara online pun menggunakan bahasa yang sopan dengan siapapun pada saat kita berinteraksi.

Hindari penyebaran hoax dan konten negatif lainnya

Biasakan untuk menyebarkan hal-hal yang berguna dan tidak menimbulkan konflik antar sesama. Hindari juga mengupload foto kekerasan seperti foto korban kekerasan, foto kecelakaan lalu lintas maupun foto kekerasan dalam bentuk lainnya.

2. Menghargai karya orang lain

Saat menyebarkan konten baik dalam bentuk foto, tulisan maupun video milik orang lain, biasakan untuk mencantumkan sumber informasi sebagai salah satu bentuk penghargaan atas hasil karya seseorang. Jangan serta merta mengcopy-paste tanpa mencantumkan sumber informasi.

3. Selalu kroscek

Sering kita menemukan berita yang menjelekkan salah satu pihak di medsos, atau informasi yang tidak jelas kebenarannya. Karenanya, pengguna medsos dituntut lebih cerdas saat menangkap sebuah informasi. Selalu kroscek kembali apakah berita atau informasi tersebut valid atau tidak.

4. Jangan umbar informasi pribadi

Tidak perlu mengumbar informasi pribadi, terlebih lagi jika informasi tersebut rentan disalahgunakan, misalnya nomor telepon, alamat rumah, memamerkan paspor, dan lain-lain.

Jadi netizen yang budiman, pergunakanlah medsos sebaik dan sebijak mungkin. Biasakan untuk selalu berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Hal ini juga berlaku untuk postingan apapun di medsos. Think before you post!



Simak Video "Microsoft Trending Gegara Riset Netizen Indonesia Tidak Sopan"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)