Vaksin COVID-19 Dijual Bebas di Dark Web, Harganya Mulai Rp 3 Jutaan

Vaksin COVID-19 Dijual Bebas di Dark Web, Harganya Mulai Rp 3 Jutaan

Adi Fida Rahman - detikInet
Selasa, 09 Mar 2021 06:54 WIB
Ilustrasi Vaksin COVID-19
Vaksin COVID-19 dijual di dark web. Foto: dok Kaspersky
Jakarta -

Keadaan darurat membuat sebagian negara berlomba-lomba dalam mendapatkan vaksin COVID-19. Sayangnya jumlah vaksin yang ada masih sangat terbatas.

Ironisnya kondisi tersebut dimanfaatkan para scammers dan penjual di pasar gelap sangat ingin mengeruk keuntungan dari momentum tersebut.

Peneliti Kaspersky memeriksa 15 pasar berbeda di dark web dan menemukan iklan untuk tiga vaksin COVID yang bayak dijajakan, yaitu: Pfizer/BioNTech, AstraZeneca, dan Moderna. Terdapat juga penjual yang mengiklankan vaksin 'COVID19' yang tidak terverifikasi.

Mayoritas penjual berasal dari Prancis, Jerman, Inggris, dan Amerika Serikat, dan harga per dosis berkisar antara USD 250 (sekitar Rp 3,6 juta) hingga USD 1.200 (sekitar Rp 17 juta), dengan biaya rata-rata sekitar USD500 (sekitar 7,2 juta). Komunikasi dilakukan melalui aplikasi perpesanan terenkripsi seperti Wickr dan Telegram, sementara pembayaran diminta dalam bentuk mata uang kripto, terutama Bitcoin.

Mayoritas penjual underground ini sudah melakukan sekitar 100-500 transaksi. Ini menunjukkan bahwa mereka telah menyelesaikan penjualan sedangkan kejelasan barang tersebut masih belum diketahui efektivitasnya.

Tim Kaspersky mengatakan tidak mungkin untuk mengetahui berapa banyak dari dosis vaksin yang diiklankan secara online adalah tepat dan berapa banyak iklan yang merupakan penipuan Apalagi jika pembeli menerimanya melalui pos. Dan tak kalah penting, mendapatkan dosis seperti itu adalah ilegal.

"Kamu dapat menemukan apa saja di dark web, jadi tidak mengherankan jika penjual di sana mencoba memanfaatkan proses vaksinasi yang sedang dilaksanakan hampir di seluruh penjuru dunia. Selama setahun terakhir, ada banyak penipuan yang mengeksploitasi topik COVID, dan banyak di antaranya berhasil. Saat ini tidak hanya orang-orang yang menjual dosis vaksin, tetapi mereka juga menjual 'catatan vaksinasi' yang dapat membantu kamu bepergian dengan bebas. Penting bagi pengguna untuk terus berhati-hati terhadap setiap kesepakatan yang terkait dengan pandemi, dan, tentu saja, membeli vaksin dari forum Darknet bukan ide yang baik," ujar Dmitry Galov, pakar keamanan di Kaspersky.

Untuk tetap aman dari scammer pada saat pandemi COVID-19, para ahli Kaspersky merekomendasikan:

- Jangan pernah membeli produk, termasuk vaksin, di dark web

- Jika melihat iklan tentang sesuatu yang berhubungan dengan COVID, perhatikan baik-baik URL situs yang dikunjungi. Jika hanya satu huruf yang terlihat tidak pada tempatnya, atau jika .com yang biasa telah diganti dengan .com.tk atau sesuatu yang serupa dengan itu, firasat kamu akan memberi tahu bahwa itu adalah phishing. Jangan pernah memasukkan informasi pribadi di situs semacam itu.

- Perhatikan tata bahasa dan tata letak di situs yang kamu kunjungi dan email yang diterima. Jika terlihat mencurigakan, jangan pernah untuk melanjutkan akses lebih jauh.



Simak Video "Kecam Ketidakadilan, WHO Desak Negara Kaya Bantu Berbagi Vaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)