Awas! Jangan Sampai Tertipu Call Center BCA Palsu

Kolom Telematika

Awas! Jangan Sampai Tertipu Call Center BCA Palsu

Alfons Tanujaya - detikInet
Rabu, 17 Feb 2021 16:20 WIB
Ilustrasi Mobile Banking
Awas! Jangan Sampai Tertipu Call Center BCA Palsu. Foto: ShutterStock
Jakarta -

Ketika kita sedang kesusahan dan membutuhkan bantuan, tentunya kita akan bersyukur jika ada pihak yang langsung menghubungi, mendengarkan dan bersedia membantu. Namun bukannya dibantu, kita malah jadi korban penipuan dan dihadapkan dengan masalah baru seperti pencurian dana dan pengambilalihan akun.

Celakanya, pihak penyedia layanan seperti call center bank yang menjadi sasaran pemalsuan terkesan tutup mata dan kurang pro aktif melakukan tindakan pencegahan yang banyak mengincar masyarakat awam.

Sangat sedikit usaha untuk mengedukasi dan menginformasikan kepada masyarakat agar berhati-hati jangan sampai menjadi korban pemalsuan call center ini. Padahal, penipuan ini dilakukan di depan mata penyedia layanan dengan cara memonitor akun media sosial layanan keuangan yang bersangkutan.

Sebagai pengguna layanan di era digital, dibutuhkan kehati-hatian jangan sampai mengumbar data seperti nomor telepon yang bisa berakibat fatal. Para penipu sudah sangat piawai dalam menggali data dari media sosial dan memalsukan dirinya seakan-akan call center bank yang siap membantu Anda.

Namun tujuan akhirnya sebenarnya ingin menguras isi akun bank Anda dengan meminta nomor OTP yang sebenarnya tidak boleh diberikan kepada siapapun.

Menggunakan logo resmi bank dan akun bisnis

Penipu juga sangat cerdik dan menggunakan beberapa trik simpel sehingga korbannya akan langsung percaya bahwa ia dihubungi oleh call center yang bersangkutan.

Lalu setelah curhat masalah, Anda akan diarahkan untuk memberikan data seperti nomor akun, nomor kartu ATM yang kemudian akan digiring untuk memberikan OTP guna menguras dana yang ada di rekening.

Untuk meyakinkan korbannya, penipu akan memalsukan foto profilnya di WhatsApp dengan logo bank yang dipalsukannya dan bahkan ada yang membuat akun bisnis sehingga ketika di klik profilnya maka akan muncul informasi "Official Business Account" sehingga akan makin meningkatkan kepercayaan korbannya. (Lihat gambar 1)

call center palsuGambar 1. Penipu menggunakan logo institusi dan akun bisnis.

Cara utama penipu menjaring korbannya adalah memantau akun resmi institusi yang diincarnya. Ketika ada pelanggan bank yang membutuhkan bantuan dan mengirimkan mention kepada akun tersebut, korban akan langsung masuk radar untuk dijadikan sasaran penipuan. Kelihatannya tindakan ini dilakukan cukup terorganisir dengan tingkat keberhasilan cukup tinggi karena terlihat banyak akun penipu yang berlomba-lomba langsung memberikan tanggapan ketika akun resmi di-mention oleh pelanggan yang mengalami masalah. (lihat gambar 2)

call center palsuGambar 2. Penipu berlomba menghubungi nasabah yang mention akun official call center.

Selanjutnya: Modus penipuan...