Jumlah Download WhatsApp di Indonesia Turun, Nah Lho!

Jumlah Download WhatsApp di Indonesia Turun, Nah Lho!

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 22 Jan 2021 20:52 WIB
Ilustrasi WhatsApp
Aplikasi WhatsApp. Foto: dok. Rawpixel
Jakarta -

WhatsApp termasuk aplikasi yang paling banyak digunakan di Indonesia. Riset We Are Social pada tahun 2019 misalnya, menyebutkan 83% pemakai internet di negara ini menggunakan WhatsApp. Akan tetapi, kontroversi aturan privasi baru WhatsApp sepertinya ikut mencemaskan warga di sini.

Dikutip detikINET dari South China Morning Post, Jumat (22/1/2021), data dari Sensor Tower menunjukkan bahwa di App Store, download WhatsApp di Indonesia pada tanggal 21 Desember sampai 3 Januari 2021 masih tembus 1,9 juta kali.

Namun dua minggu setelahnya, terjadi penurunan 26% menjadi 1,4 juta kali. Di sisi lain, pesaingnya Telegram dan Signal mengalami lonjakan cukup pesat.

Pada tanggal 4 Januari sampai 17 Januari 2021, Signal diunduh di App Store Indonesia sebanyak 1,5 juta kali yang merupakan peningkatan 50 ribu persen. Wajar saja, Signal baru banyak dibahas setelah kontroversi yang melingkupi WhatsApp.

Kemudian Telegram juga mengalami kenaikan download sampai 64% di periode waktu yang sama. Aplikasi messaging lain yang ikut ketiban berkah di Indonesia adalah Line dan BiP buatan Turki. Itu baru perhitungan di iOS, belum di Play Store Android.

WhatsApp diketahui menunda penerapan kebijakan privasi baru hingga 15 Mei 2021 setelah adanya banjir kritikan dan membuat sebagian user pindah ke kompetitor seperti Telegram dan Signal.

Tapi, apakah lebih baik hijrah atau tetap menggunakan WhatsApp? detikINET pun telah menghubungi pakar keamanan siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya untuk menanggapi hal ini.

"Kalau saya pilih keduanya. Jadi faktanya kita tidak bisa mendadak berpindah dari WhatsApp. Tetapi kalau kita tetap di WhatsApp tanpa melakukan apapun, sama saja mencelakakan diri kita sendiri dan faktanya ketentuan ini bukan dibatalkan tetapi hanya ditunda," ujarnya melalui pesan singkat.

Alfons tetap menyarankan pengguna untuk tetap memakai WhatsApp supaya komunikasi tidak terganggu. Namun di satu sisi, perlahan-lahan mulai berpindah menggunakan alternatif seperti Telegram dan Signal. Tujuannya, supaya WhatsApp tidak terlalu dominan.



Simak Video "Mengenal Pendiri Telegram dan Signal yang Kerap Menyerang WhatsApp"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)