3 Jurus WhatsApp Bendung Eksodus ke Signal dan Telegram

3 Jurus WhatsApp Bendung Eksodus ke Signal dan Telegram

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 20 Jan 2021 05:35 WIB
WhatsApp
Aplikasi WhastApp. Foto: Getty Images
Jakarta -

Aturan privasi baru WhatsApp berdampak luas, di mana pengguna yang cemas banyak yang eksodus ke Signal dan Telegram. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya jutaan dan masih berlanjut. Tak heran jika WhatsApp kemudian bertindak agar tak semakin besar user yang pindah.

Apa saja jurus yang telah dilakukan oleh perusahaan yang bernaung di bawah Facebook itu? Simak berikut ini:

1. Petinggi WhatsApp Turun Gunung

WhatsApp mungkin kurang mengantisipasi bahwa kebijakan privasi barunya menuai kontroversi dan membuat pesaing seperti Signal dan Telegram bertambah populer. Sampai-sampai bos WhatsApp sampai Instagram yang berada di bawah Facebook turun gunung memberi penjelasan.

WhatsApp menjelaskan bahwa perubahan aturan privasi tidak berdampak pada privasi chat user yang tetap hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima pesan. Head of Instagram, Adam Mosseri, menyatakan ada banyak informasi tidak benar soal kebijakan baru WhatsApp.

"Ada banyak misinformasi tentang terms of service WhatsApp saat ini. Update kebijakan itu tak berdampak pada privasi pesan kalian dengan teman atau keluarga dalam cara apapun. Perubahan ini berkaitan dengan pesan pada bisnis di WhatsApp yang juga opsional," tulis Adam di Twitter

Chief WhatsApp, Will Catchcart juga menjelaskan panjang lebar di Twitter. Pesannya kurang lebih sama, percakapan di WhatsApp diklaim aman seperti sebelumnya. "Kami bangga dengan layanan yang kami tawarkan dan kami akan terus mengembangkan teknologi untuk menyediakan komunikasi yang aman dan privat kepada sebanyak mungkin orang," tulis Will.

"Itu kenapa kami sangat berkomitmen pada enkripsi end to end dan mengapa kami terus meningkatkan privasi di WhatsApp, misalnya dengan peluncuran pesan yang dapat hilang otomatis di bulan November. Inovasi kami dalam soal privasi akan berlanjut," imbuh dia.

2. Iklan Besar-besaran di Media

Jurus lainnya adalah iklan besar-besaran di media massa. Di India, pasar terbesar WhatsApp, perusahaan yang bernaung di bawah Facebook ini memajang iklan satu halaman penuh di beberapa koran terkemuka.

Mungkin, WhatsApp memandang iklan di media besar secara berbarengan efektif untuk neyampaikan pesan. Intinya, WhatsApp tetap menjaga ketat privasi user meski ada perubahan kebijakan.

"Menghormati privasi Anda ada di dalam DNA kami," sebut WhatsApp di media The Assam Tribune, The Hindu, The Times of India, Economic Times sampai Indian Express.

Disediakan pula tautan menuju FAQ WhatsApp untuk menjelaskan perubahan yang terjadi. Dalam iklan ini, WhatsApp mengklaim tak akan mengganggu percakapan privat para user.

"WhatsApp tidak bisa melihat pesan privat Anda atau mendengar panggilan, begitu pula Facebook. Tiap pesan privat, foto, video, voice message dan dokumen yang Anda kirim ke teman, keluarga dan kolega one on one atau di grup dilindungi enkripsi end to end," tulis WhatsApp.