90% HP Bekas Masih Simpan Data Sensitif

90% HP Bekas Masih Simpan Data Sensitif

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Sabtu, 06 Feb 2021 15:40 WIB
Pada hari ini, Senin (17/2/2020) pemerintah bersama operator seluler melakukan uji coba pemblokiran ponsel black market (BM).
Ilustrasi HP second (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Mau tukar tambah HP? Pastikan sudah menghapus semua data sensitif ya. Banyak orang yang lupa lho.

HP second memang jadi pilihan jika uang di kantong terbatas, atau justru Anda yang berniat menjual HP karena butuh duit. Nah sebelum itu dilakukan, pastikan sudah menghapus data penting dan sensitif.

Penelitian terbaru dari perusahaan global cybersecurity, Kaspersky menemukan bahwa sebagian besar perangkat ini belum dihapus datanya seutuhnya saat akan dijual. Sehingga informasi pemilik sebelumnya berisiko dapat diakses oleh pihak ketiga.

Selama dua bulan, para peneliti Kaspersky menganalisis lebih dari 185 perangkat media penyimpanan, seperti kartu memori dan hard drive, dan menemukan bahwa 90% HP bekas punya data tersisa di perangkat tersebut. Dari 90% isian data, 16% memberikan akses secara langsung ke informasi tersebut, sementara 74% lainnya diekstraksi menggunakan ukiran file (file carving), yaitu metode untuk memulihkan file dari ruang yang tidak beralamat pada media penyimpanan.

Data yang ditemukan berkisar dari entri kalender berisi catatan rapat hingga foto dan video pribadi, bahkan dokumen pajak, informasi perbankan, kredensial login, dan informasi medis, dimana semua data ini akan berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah.

17% Perangkat juga memasang pemindai virus. Ini berarti para pengguna yang membeli perangkat bekas mungkin berpotensi mewarisi malware pemilik sebelumnya.

"Kesalahpahaman yang cukup umum adalah dengan hanya menghapus data atau melakukan format ulang media penyimpanan sudah cukup untuk membersihkan data. Apabila hanya terdapat segelintir orang yang tech-savvy sekali pun, mereka dapat memulihkan data ini. Itulah mengapa sangat penting untuk melakukan pembersihan total," kata Christian Funk, Head of GReAT, Jerman dalam pernyataan Kaspersky yang diterima detikINET, Sabtu (6/2/2021).

Untuk memastikan data Anda benar-benar dihapus saat menjual HP bekas, ahli Kaspersky merekomendasikan:

  • Pastikan tempat penyimpanan file disimpan harus ditimpa (overwritten). Penimpaan, yang disebut 'penghancuran', dapat dilakukan oleh program yang dibuat khusus untuknya. Beberapa solusi keamanan, seperti Kaspersky Total Security, memiliki alat penghapus data jenis ini di Penghancur File perangkat, maka akan memastikan bahwa data yang dipilih ditimpa berulang kali sehingga tidak dapat dipulihkan.
  • Anda juga dapat menggunakan alat penghapus data bawaan Windows sendiri, Cipher, yang biasanya digunakan untuk enkripsi, tetapi juga dapat digunakan untuk menghapus file dari hard disk atau membuatnya tidak dapat digunakan.


Untuk para penjual

  • Sebagai penjual, prioritas utama Anda adalah mengeluarkan informasi dari perangkat yang dijual sehingga Anda dapat menjaganya tetap aman dan pribadi.
  • Cadangkan data Anda: Baik itu di ponsel, komputer, kartu memori, atau bentuk penyimpanan lain, cadangkan dengan aman sebelum menghapusnya dari perangkat yang Anda jual.
  • Lepaskan SIM dan kartu penyimpanan dari telepon; hapus eSIM jika perangkat Anda menggunakannya.
  • Aktifkan autentikasi dua faktor untuk akun apa pun yang mengizinkannya, lalu keluar dari setiap layanan (perbankan, email, media sosial, dll.) di setiap perangkat yang Anda jual.
  • Bergantung pada perangkat terkait, lakukan reset pabrik atau format media.
  • Ingatlah bahwa dalam banyak situasi, data dapat dipulihkan bahkan setelah reset pabrik atau format media. Untuk memastikan tidak ada yang tersisa di perangkat, Anda perlu melakukan langkah tambahan, yang bervariasi tergantung pada jenis perangkat, model, dan konfigurasi. Lakukan pencarian informasi tentang penghapusan data secara keseluruhan dengan aman.

Untuk pembeli

  • Harus menganggap bahwa HP bekas itu tidaklah bersih. Lebih baik aman daripada menyesal.
  • Bergantung pada perangkat yang dimaksud, lakukan reset pabrik atau format media penyimpanan.
  • Segera instal dan aktifkan solusi keamanan yang andal. Jika mungkin, bahkan sebelum membeli perangkat, untuk mengimbangi risiko menghadapi malware yang sudah ada di perangkat, dan lakukan pemindaian sebelum menggunakannya untuk pertama kalinya.


Simak Video "Suara Desahan Muncul di Diskusi Virtual Ancaman Siber"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/agt)