Google Invetigasi Tim AI Soal Akses Data Sensitif

Google Invetigasi Tim AI Soal Akses Data Sensitif

Josina - detikInet
Jumat, 22 Jan 2021 21:53 WIB
FILE PHOTO: An illuminated Google logo is seen inside an office building in Zurich September 5, 2018. REUTERS/Arnd WIegmann/File Photo
Foto: Arnd WIegmann/Reuters
Jakarta -

Menurut laporan dari Axios, Google sedang menyelidiki dan mengunci akun kantor dari seorang peneliti kecerdasan buatan (AI) yakni Margaret Mitchell yang turut memimpin sebuah tim AI etis perusahaan.

Laporan ini muncul sebulan setelah peneliti AI terkemuka Timnit Gebru wanita berkulit hitam, dipecat oleh perusahaan. Dalam pernyataan yang diberikan kepada Axios, Google mengatakan sedang menyelidiki Mitchell setelah sistemnya mendeteksi sebuah akun telah mengeksfiltrasi ribuan file dan membagikannya dengan beberapa akun eksternal.

Menurut sumber Axios, Mitchell telah menggunakan skrip untuk menelusuri pesannya, dia menemukan contoh perlakuan diskriminatif terhadap Gebru. Google mengatakan sistem keamanannya secara otomatis mengunci akun karyawan perusahaan.

"Ketika mereka mendeteksi bahwa akun tersebut berisiko disusupi karena masalah kredensial atau ketika aturan otomatis yang melibatkan penanganan data sensitif telah dipicu, kami secara aktif menyelidiki masalah ini sebagai bagian dari prosedur standar untuk mengumpulkan detail tambahan," kata Google dilansir detiKINET dari The Verge, Jumat (22/1/2021).

Sebelumnya lewat akun Twitter, Mitchel memberi dukungan kepada Gebru dan telah mengkritik Google dan perusahaan teknologi besar lainnya atas pendekatan mereka terhadap keragaman dan bias sistematis.

Pasca keluarnya Gebru dari perusahaan Google menghadapi banyak kritikan, Bloomberg melaporkan bahwa ribuan karyawan internal dan akademisi eksternal serta juru kampanye menandatangani petisi untuk mendukung peneliti AI tersebut.

Google telah menghadapi kritik yang terus menerus untuk pekerjaannya di Project Maven, sebuah proyek AI yang dirancang untuk meningkatkan serangan drone militer. Penentangan terhadap proyek tersebut disebut sebagai alasan utama ketika karyawan Google mengumumkan rencana untuk berserikat awal tahun ini.



Simak Video "Google Rayakan Hari Valentine dengan Doodle Romantis"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)