Banyak Tokoh Tinggalkan WhatsApp, Sudah Tidak Aman?

Banyak Tokoh Tinggalkan WhatsApp, Sudah Tidak Aman?

Aisyah Kamaliah - detikInet
Senin, 18 Jan 2021 19:47 WIB
Presiden Reccep Tayib Erdogan (AFP Photo)
Presiden Turki Erdogan memutuskan menggunakan Telegram. Foto: Presiden Reccep Tayib Erdogan (AFP Photo)
Jakarta -

Kebijakan privasi baru WhatsApp membuat sebagian tokoh meninggalkan WhatsApp dan pindah ke Telegram atau Signal. Apakah itu tandanya WhatsApp sudah tidak aman?

Kepada detikINET, Alfons Tanujaya ahli keamanan siber dari Vaksincom menjelaskan beberapa hal. Menurutnya, dari sisi keamanan data chat, pernyataan ini tidak benar. Ia menilai isi chat di WhatsApp masih terbilang aman.

"Tetapi metadata pengguna itu sama nilainya dengan data chat itu sendiri. Metadata pengguna dalam jangka menengah dan panjang akan memberikan informasi yang sangat akurat dan tepat atas seorang pengguna layanan medsos dan ini jelas-jelas akan dieksploitasi oleh Facebook group dan kita dipaksa menyetujuinya," tegasnya saat dihibungi detikINET, Senin (18/1/2021).

Metadata adalah informasi mengenai suatu data, data ini bisa saja tidak terlalu berharga, sama berharganya dengan data atau dalam kasus tertentu lebih berharga dari data.

Sebelumnya Alfons juga menjabarkan, dari informasi metadata pengguna, WhatsApp dapat mengetahui pola komunikasi tanpa perlu mengetahui isi komunikasi pengguna. WhatsApp dapat mengetahui siapa saja yang sering dikontak, kapan serta seberapa intens.

Diketahui banyak pejabat dan tokoh yang berpindah dari WhatsApp. Elon Musk, Bos SpaceX secara terang-terangan kerap melontarkan pendapat atau meme di Twitter untuk menyindir keamanan dari WhatsApp. Selain itu, ada juga beberapa presiden dari negara lain yang memutuskan pindah ke Telegram. Sebutlah Presiden Brasil Jair Bolsonaro juga Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang bergabung dengan pejabat lainnya dari berbagai belahan dunia.

"Jadi petinggi-petinggi perusahaan berpindah ke saingan bukan tanpa alasan dan pertimbangan," pungkasnya.



Simak Video "Mengenal Pendiri Telegram dan Signal yang Kerap Menyerang WhatsApp"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)