Seperti Elon Musk, Edward Snowden Juga Rekomendasikan Signal

Seperti Elon Musk, Edward Snowden Juga Rekomendasikan Signal

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 16 Jan 2021 22:37 WIB
NSA former intelligence contractor Edward Snowden is seen via live  video link from Russia on a computer screen during a parliamentary hearing on the subject of
Seperti Elon Musk, Edward Snowden Juga Rekomendasikan Signal (Foto: AFP PHOTO / FREDERICK FLORIN)
Jakarta -

Whistleblower AS Edward Snowden me-retweet tweet Elon Musk yang mengarahkan orang agar menggunakan Signal. Sosok yang dikenal karena membocorkan informasi sangat rahasia dari National Security Agency (NSA) pada 2013 ini menjamin Signal lebih aman dari WhatsApp.

Salah satu netizen dengan nama akun Twitter Astral Wars, menanyai Snowden menanyakan apakah Signal benar-benar dapat dipercaya. "Apakah kita bisa benar-benar mempercayai Signal? Karena saya tidak melihat alasan untuk itu," kata netizen tersebut.

Lalu Snowden menjawab, "Inilah alasannya: saya menggunakannya (Signal) setiap hari, dan saya belum mati." Snowden mungkin menyoroti sejarah kontroversialnya dengan pihak berwenang AS dengan menyebut bahwa dia 'belum mati'.


Snowden sebenarnya telah menyebutkan tentang penggunaan Signal jauh sebelum WhatsApp mengumumkan update dalam Ketentuan Layanannya. Di 2015, ketika aplikasi Signal diperkenalkan untuk Android, Snowden mencuit: "Saya menggunakan Signal setiap hari. #NotesforFBI (Spoiler: mereka sudah tahu)."


Snowden sudah sering mendukung Signal dalam berbagai kesempatan. Dia juga merekomendasikan penggunaan layanan apa pun buatan Moxie Marlinspike dan Open Whisper Systems. Untuk diketahui, Open Whisper Systems adalah Signal Messenger, LLC, dan merupakan bagian dari Signal Foundation.

Snowden juga pernah memuji pendahulu Signal, TextSecure dan RedPhone karena kemudahan penggunaannya. Lebih jauh lagi, Snowden memberikan catatan bahwa dirinya mengetahui model keamanan Signal sehingga merekomendasikan Signal dalam berbagai kesempatan ketika aplikasi terenkripsi dipertanyakan.



Simak Video "Mengenal Pendiri Telegram dan Signal yang Kerap Menyerang WhatsApp"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)