Indonesia Punya Sistem Digital Signature, Digitalisasi Makin Moncer

Indonesia Punya Sistem Digital Signature, Digitalisasi Makin Moncer

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 13 Jan 2021 16:32 WIB
Tanda tangan digital
Foto: SmartData Collective
Jakarta -

Indonesia akhirnya memiliki Penyelenggara Sertifikat Elektronik, setelah PT Djelas Tandatangan Bersama (DTB) dinyatakan lulus uji dan berstatus Berinduk di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Untuk bisa lulus dan terdaftar, layanan tanda tangan digital milik DTB harus melalui proses audit dan pengujian ketat dari Kominfo agar dapat menjamin kerahasiaan data, melindungi isi dokumen, menjamin keaslian data, hingga jaminan nirsangkal dari suatu dokumen tersebut.

DTB yang didirikan pada tahun 2020 adalah perusahaan digital dengan produk tanda tangan digital yang mengadakan kerja sama joint venture PT Global Digital International, lembaga pendanaan miliki GDP Venture.

Sebagai informasi, tanda tangan digital adalah bentuk tanda tangan basah atau analog yang digunakan untuk bertransaksi, serta memberikan validasi pada pesan atau dokumen digital.

"Kami melihat bahwa produk digital signature ini sangat berpotensi dalam mendukung digitalisasi di Indonesia. Ini yang membuat kami akhirnya memutuskan untuk bekerjasama dan juga penggunaannya sangat mudah sesuai dengan merek Teken Aja!," ujar Chief Financial Officer GDP Venture sekaligus Direksi DTB, Benny Sudrata, dalam siaran persnya, Rabu (13/1/2021).

Meski terhitung baru, DTB dijalankan oleh orang-orang berpengalaman dan ahli di bidang teknologi, salah satunya Aidil Chendramata yang menduduki posisi Chief Information Security Officer yang sebelumnya Direktur Keamanan Informasi di Kominfo dari 2006 sampai purnabakti pada 2018.

Indonesia akhirnya memiliki Penyelenggara Sertifikat Elektronik, setelah PT Djelas Tandatangan Bersama (DTB) dinyatakan lulus uji dan berstatus Berinduk di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).Indonesia akhirnya memiliki Penyelenggara Sertifikat Elektronik, setelah PT Djelas Tandatangan Bersama (DTB) dinyatakan lulus uji dan berstatus Berinduk di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Foto: DTB

"Tanda tangan digital Teken Aja! dirancang menggunakan teknologi dan sistem pengamanan tingkat tinggi, yaitu Infrastruktur Kunci Publik (IKP), sehingga keamanannya terjamin dan tidak bisa dipalsukan atau digandakan," klaim Aidil.

Diketahui, IKP adalah implementasi dari berbagai teknik kriptografi yang bertujuan untuk mengamankan data, memastikan keaslian dan integritas data maupun pengirimannya, dan mencegah penyangkalan informasi.

Keunggulan tersebut yang membuat tanda tangan digital tidak dapat dipalsukan atau digandakan. Diharapkan dengan kemampuan sistem tanda tangan digital dapat mendukung digitalisasi di Indonesia yang aman dan berintegritas.

Adapun, Teken Aja! disebut bukan hanya aman, tapi dapat mengurangi penggunaan kertas, mudah digunakan, dan disebut efisien. Ditambah kelebihan solusi tanda tangan digital Teken Aja! adalah verifikasi calon nasabah yang menggunakan teknologi biometrik memenuhi level 4 verification -level security tertinggi untuk tanda tangan digital-.

"Layanan tanda tangan digital Teken Aja! akan mendukung Indonesia dalam mempercepat digitalisasi. Selain itu juga membantu industri dalam bertransaksi online secara aman, cepat, dan efisien," pungkas Direktur Operasional DTB Rionald A Soerjanto.



Simak Video "Momen saat Bill Gates Divaksinasi"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)