Kebocoran Data Terjadi Lagi, Bukti Keamanan Siber Masih Lemah

Kebocoran Data Terjadi Lagi, Bukti Keamanan Siber Masih Lemah

Tim - detikInet
Selasa, 03 Nov 2020 15:39 WIB
kejahatan cyber
Foto: Internet
Jakarta -

Kebocoran data yang masih saja terjadi, menandakan bahwa tren peretasan masih berlanjut dan menghantui. Dua kasus terbaru terkait grup Lazada dan Cermati.com yang terjadi hanya kuran dari sepekan.

Lazada mengatakan insiden terkait keamanan data di Singapura itu, melibatkan database khusus Redmart yang di-hosting oleh penyedia layanan pihak ketiga. Data pelanggan yang di-hosting di database tersebut sudah habis masa pelayanannya selama lebih dari 18 bulan dan terakhir diperbarui pada Maret 2019.

Diketahui, data yang bocor sebanyak 1,1 juta juga hanya data Redmart, akan tetapi cukup variatif informasinya bahkan ada data kartu kredit. Lazada mengatakan kepada penggunanya diminta tenang, meskipun dianjurkan untuk menggantikan password. Lazada mengatakan telah melakukan blokir akses terhadap data Redmart dan menjamin data pengguna Lazada di Indonesia tetap aman.

Sementara itu, Lembaga Riset Siber Indonesia CISSReC (Communication and Information System Security Research Center) mengatakan di raidforums ramai diperjualbelikan data Cermati.com sebanyak 2,9 juta user. Penjualnya, ungkap CISSReC, dengan username "expertdata".

Kebocoran data yang dialami Cermati.com ini ada 2,9 juta data user yang diambil dari kegiatan 17 perusahaan, sebagian besar kegiatan finansial. Mulai dari KTA, asuransi sampai kartu kredit.

Pakar keamanan siber Pratama Persadha menjelaskan bahwa peristiwa ini melengkapi sederet peristiwa kebocoran data di tanah air sejak awal tahun. Ini semakin memperlihatkan bahwa ada potensi celah keamanan karena Work From Home.

Pratama mengungkapkan setidaknya ada tiga penyebab terbesar kebocoran data, yaitu kesalahan manusia sebagai user, kesalahan sistem dan serangan malware sekaligus peretas. Faktor kesalahan manusia ini meningkat selama pandemi, salah satunya karena WFH.

Halaman selanjutnya: langkah antisipasi...



Simak Video "Kepala Keamanan Siber Ungkap Motif Hacker Retas Data Pengguna Lazada"
[Gambas:Video 20detik]