Bos Twitter Minta Maaf Atas Pembobolan Akun Bill Gates dkk

Bos Twitter Minta Maaf Atas Pembobolan Akun Bill Gates dkk

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jumat, 24 Jul 2020 17:55 WIB
Jack Dorsey Twitter
Bos Twitter Minta Maaf Atas Pembobolan Akun Bill Gates dkk Foto: Istimewa
Jakarta -

CEO Twitter Jack Dorsey kembali angkat suara soal pembobolan akun milik pesohor dunia yang terjadi pada minggu lalu. Dalam panggilan telepon dengan analis Wall Street, Dorsey meminta maaf atas insiden ini.

"Minggu lalu adalah pekan yang berat untuk kita semua di Twitter. Kami merasa tidak enak tentang insiden keamanan yang berdampak negatif pada orang-orang yang kami layani dan kepercayaan mereka kepada kami," kata Dorsey, dikutip detikINET dari Cnet, Jumat (24/7/2020).

"Kami ketinggalan dalam tugas perlindungan dan pembatasan pada alat internal kami, dan untuk itu saya minta maaf," sambungnya.

Dorsey dan Chief Financial Officer Twitter Ned Segal tidak memberikan update terbaru soal insiden ini selagi membicarakan pendapatan Twitter di kuartal kedua tahun ini.

Insiden pembobolan ini terjadi dua minggu setelah kuartal kedua berakhir, sehingga belum diketahui dampak langsung insiden ini terhadap bisnis Twitter.

Dalam laporan keuangan di kuartal kedua yang berakhir pada 30 Juni, Twitter meraup pendapatan sebanyak USD 683 juta. Angka ini meleset dari USD 707 juta yang diperkirakan Thomson Reuter dan turun 19% year on year.

Bisnis iklan yang menjadi sumber pendapatan utama Twitter menyumbang USD 562 juta di kuartal kedua, turun 23% year on year. Twitter mengatakan bisnis ini mulai pulih di tiga minggu terakhir kuartal ini.

Selain karena pandemi virus Corona, Twitter mengatakan pengiklan enggan mengeluarkan uang karena protes besar-besaran di Amerika Serikat pada bulan Juni setelah kematian George Floyd di tangan polisi.

Tapi, setidaknya perusahaan berlogo burung ini berhasil mendulang lebih banyak pengguna baru. Twitter melaporkan saat ini mereka memiliki 186 juta pengguna aktif harian, naik 34% dari periode yang sama di tahun lalu. Lonjakan pengguna ini berhasil mendongkrak nilai saham Twitter hingga 4,95% menjadi USD 38.69 per lembar.

Seperti diketahui, pekan lalu 130 akun Twitter menjadi sasaran hacker untuk mempromosikan penipuan bitcoin. Sejumlah tokoh ternama ikut terlibat dalam insiden ini, termasuk Bill Gates, Elon Musk, Jeff Bezos dan masih banyak lagi.

Hacker juga mengunduh data milik delapan pengguna yang mungkin mencakup data pribadi dan DM. Twitter juga baru-baru ini mengungkap bahwa hacker mengakses DM milik 46 pengguna, termasuk politisi asal Belanda.

Saat ini Twitter masih terus melanjutkan investigasinya dan menggandeng penegak hukum seperti FBI.

"Kami masih mengerjakan semua detil tentang masalah keamanan. Dan kami akan terus memberikan update seperti yang telah kita lakukan di Twitter dalam beberapa minggu terakhir selagi ada perkembangan baru," kata Segal dalam kesempatan yang sama.



Simak Video "Bos Twitter akan Uji Coba Layanan Berbayar di Platform-nya"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)