Hacker Twitter Intip DM Milik Pengguna, Termasuk Politisi

Hacker Twitter Intip DM Milik Pengguna, Termasuk Politisi

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 23 Jul 2020 22:50 WIB
People holding mobile phones are silhouetted against a backdrop projected with the Twitter logo in this illustration picture taken in  Warsaw September 27, 2013.   REUTERS/Kacper Pempel/Illustration/File Photo
Hacker Twitter Intip DM Milik Pengguna, Termasuk Politisi (Foto: Reuters/Kacper Pempel)
Jakarta -

Hacker Twitter yang mengambil alih 130 akun tokoh ternama dalam serangan besar-besaran minggu lalu, ternyata sempat mengintip pesan langsung (direct messages/DM) milik pengguna.

Dikutip detikINET dari CNN, Kamis (23/7/2020) dalam update terbarunya Twitter mengatakan hacker berhasil mengakses DM milik 36 akun, yang salah satunya milik seorang politisi.

"Kami percaya bahwa 36 dari 130 akun yang menjadi target, penyerang mengakses kotak masuk DM, termasuk 1 pejabat terpilih di Belanda," kata Twitter dalam cuitannya.

"Hingga saat ini, kami tidak memiliki indikasi bahwa ada mantan pejabat terpilih atau pejabat aktif lainnya yang DM-nya diakses," sambungnya.

Twitter mengatakan akun tersebut milik seorang petinggi di Belanda. Media sosial berlogo burung tersebut tidak menyebutkan secara spesifik akun yang dimaksud, tapi beberapa pihak berspekulasi bahwa akun yang menjadi korban adalah milik Geert Wilders, pemimpin Party of Freedom di Belanda.

Update terbaru ini juga secara tidak langsung memastikan bahwa pesan langsung milik Joe Biden atau Barack Obama yang turut menjadi korban peretasan tidak diakses oleh hacker.

Pada pekan lalu, Twitter mengatakan bahwa hacker yang sama berhasil mengunduh data pribadi milik delapan akun menggunakan tool 'Your Twitter Data'. Alat ini memungkinkan pengguna untuk melihat ringkasan rincian dan aktivitas akun mereka, termasuk data pribadi.

Twitter mengatakan pembobolan ini disebabkan oleh rekayasa sosial yang terkoordinasi, di mana hacker berhasil memanipulasi beberapa pegawainya untuk mendapatkan akses terhadap sistem internal yang digunakan dalam serangan.

Saat ini Twitter masih terus menginvestigasi kejadian pembajakan ini. Mereka juga berkoordinasi dengan penegak hukum, termasuk FBI.



Simak Video "Bos Twitter akan Uji Coba Layanan Berbayar di Platform-nya"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)