Zoom Tambah Sederet Fitur Keamanan, Apa Saja?

Zoom Tambah Sederet Fitur Keamanan, Apa Saja?

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 23 Apr 2020 12:53 WIB
Ikuti Google, Pemerintah Jerman Batasi Penggunaan Zoom karena Isu Keamanan
Zoom Tambah Sederet Fitur Keamanan, Apa Saja? (Foto: DW News)
Jakarta -

Zoom mengumumkan sederet kemampuan terkait fungsi keamanan dan perlindungan privasi di Zoom versi 5.0. Ini adalah tonggak utama dalam program security plan 90 hari yang baru diluncurkan Zoom.

Perbedaan utama antara Zoom versi terbaru dengan sebelumnya adalah adanya penambahan dukungan untuk enkripsi ACM 256-bit GCM. Enkripsi ini dirancang untuk meningkatkan perlindungan untuk data rapat dan resistensi terhadap gangguan.

Dikutip detikINET dari ARNnet, tingkat enkripsi baru ini akan tersedia di Zoom Meeting, Zoom Video Webinar, dan Zoom Phone. Zoom nanti akan mengarahkan para pengguna layanannya ke halaman unduhan untuk mendapatkan update software.

Dalam pernyataannya, Zoom mengatakan bahwa pemberdayaan akun di seluruh sistem akan diberlakukan dalam dua bulan ke depan, setelah semua akun diaktifkan dengan GCM.

Zoom 5.0 juga akan memungkinkan administrator akun untuk memutuskan pusat data mana yang digunakan oleh rapat dan webinar yang dihosting oleh akun mereka.

"Kami mengambil pandangan menyeluruh tentang privasi pengguna dan keamanan platform kami. Dari jaringan kami ke fitur yang kami setel untuk pengalaman pengguna kami, semuanya dilakukan melalui pengawasan ketat," kata Chief Product Officer Zoom Oded Gal.

Dia berpendapat, enkripsi ACM 256-bit GCM akan lebih baik mengamankan data pengguna saat proses transit.

"Dengan jutaan pengguna baru, ini akan memastikan mereka memiliki akses instan ke kontrol keamanan penting dalam setiap rapat online mereka," kata Gal.

Sejumlah kasus terkait keamanan memang membuat Zoom reaktif. Meski demikian, patut diakui jika Zoom sangat cepat meresponsnya. Segera setelah banyak dilaporkan, Zoom bekerja keras membenahi layanannya.

Dalam kondisi tidak mengenakkan yang membuatnya menjadi sorotan, Zoom bergerak cepat memperlihatkan bahwa mereka menanggapi setiap laporan dengan serius.

Pendiri dan CEO Zoom Eric Yuan bahkan secara terbuka meminta maaf pada pengguna karena masalah keamanan yang mengguncang aplikasi tersebut dalam beberapa minggu terakhir.

"Sudah jelas kita memiliki banyak hal yang harus dilakukan untuk memastikan keamanan dari use cases pengguna baru ini," kata Yuan yang dikutip dari The Verge.

"Tapi yang bisa saya janjikan pada kalian adalah kami menanggapi isu ini dengan sangat, sangat serius. Kami akan melihatnya satu per satu. Jika kami menemukan isu, kami akan mengakuinya dan akan kami perbaiki," sambungnya.



Simak Video "Daftar Negara dan Lembaga yang Larang Penggunaan Zoom"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)