Cegah Tamu Tak Diundang Susupi Meeting, Ini Tindakan Zoom

Cegah Tamu Tak Diundang Susupi Meeting, Ini Tindakan Zoom

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 04 Apr 2020 11:30 WIB
zoom
Aplikasi Zoom. Foto: Zoom
Jakarta -

Penggunaan Zoom meroket dan tak diperkirakan oleh perusahaan, yang diakibatkan banyaknya warga diam di rumah mencegah penularan COVID-19. Salah satu isu yang memusingkan mereka adalah fenomena Zoom Bombing tapi kini, solusi agaknya telah ditemukan.

Dalam pengumumannya, Zoom menyebut bahwa fitur waiting room akan diaktifkan secara default. Artinya, pihak yang mengorganisir meeting dapat mengontrol siapa partisipan yang dapat memasuki sesi rapat.

"Waiting Room adalah seperti bunyinya, area virtual yang mencegah orang bergabung dalam meeting sampai tuan rumah siap," papar Zoom, dikutip detikINET dari CNBC.

Sebelumnya, waiting room harus diaktifkan terlebih dahulu, bukan langsung ada. Sekarang, Zoom menjadikannya langsung tersedia.

Upaya perlindungan lainnya, Zoom mewajibkan peserta meeting yang bergabung dalam sesi secara manual untuk memasukkan password. Sedangkan mereka yang menerima undangan masih akan bisa bergabung cukup dengan klik link yang tersedia.

Zoom Bombing sendiri merupakan serangan berupa gangguan dari luar yang membajak video konferensi dengan mengirim gambar-gambar porno atau ujaran kebencian disertai ancaman, sehingga menghentikan segala interaksi sosial online yang sedang dilakukan.

Serangan ini diketahui semakin meningkat secara signifikan selama pandemi. Hal itu seiring meroketnya penggunaan Zoom dengan 200 juta meeting digelar per hari pada bulan Maret silam.



Simak Video "Messenger Rooms Facebook Ancam Eksistensi Zoom"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)