Indonesia 'Ekspor' Virus ke Negeri Jiran
- detikInet
Jakarta -
Penyebaran virus lokal Rontokbro makin menjadi-jadi dengan korban mayoritas pengguna komputer dalam negeri dan beberapa laporan dari luar negeri. Spesialis antivirus PT Vaksincom Alfons Tanujaya mengatakan, selain mengekspor asap ke Malaysia dan negara sekitar, sekarang Indonesia juga sudah 'mengekspor' virus ke negeri jiran. "Hal ini jelas terlihat dari permintaan bantuan dari pengguna komputer negeri Jiran kepada Vaksincom dalam emailnya," kata Alfons dalam emailnya pada detikinet, Minggu (4/12/2005).Menurut Alfons, kasus Rontokbro ini dapat dikatakan fenomenal, dan tidak hentinya memecahkan rekor. "Pada September - Oktober 2005, virus ini mengalahkan virus lokal lain dengan bertengger di posisi empat," ujarnya.Berdasarkan data statistik Vaksincom, pada November 2005, Rontokbro kembali memberikan kejutan dengan menempati peringkat pertama virus yang penyebarannya paling tinggi di seluruh Indonesia.Kalau di bulan lalu yang dikalahkan adalah virus lokal, bulan ini Rontokbro mengalahkan virus 'impor' Funlove, Netsky, sober, Mytob dan lainnya. "Malah kontribusi Rontokbro terhadap keseluruhan penyebaran virus sangat tinggi dan mencapai 77 persen dari seluruh insiden virus yang tercatat oleh Vaksincom. Sehingga insiden virus dibulan November mengalahkan spyware dengan perbandingan 59 persen berbanding 41 persen," papar Alfons.Vaksincom mengatakan banyak menjumpai kasus Rontokbro di banyak tempat seperti, pada saat seminar sekuriti di salah satu departemen pemerintah di Jakarta, pada saat pameran Telematika di Bandung, pada salah satu universitas di Pekanbaru ataupun pada pengguna komputer yang telah menggunakan program antivirus yang terupdate dan tetap terinfeksi Rontokbro. "Menyembunyikan insiden Rontokbro sama saja dengan 'menggantang asap', karena kenyataan memang tidak dapat disembunyikan," kata Alfons mengingatkan.Virus Rontokbro menyerang dengan cara me-restart komputer terus menerus, dan beberapa varian lain bahkan tetap menjalankan aksinya sekalipun dijalankan dalam posisi Safe Mode (pada Windows XP) sekalipun.Vendor antivirus pada umumnya menyarankan posisi pembersihan virus yang paling ampuh biasanya adalah lewat Safe Mode, karena proses yang tidak penting seperti virus tidak akan berjalan. Sayangnya saran itu tidak berlaku untuk Rontokbro.Dalam beberapa kasus yang dialami Vaksincom, Rontokbro berhasil merepotkan pengguna komputer yang berpengalaman sekalipun."Hal ini makin mempertegas pentingnya antivirus yang tidak mengandalkan software atau hardware yang paling top dan ter-update saja, tetapi harus di dukung oleh support lokal dan lab virus yang selalu mengupdate diri dengan ancaman virus terakhir, baik virus mancanegara maupun virus lokal," jelas Alfons.Vaksincom menawarkan konsultasi dan kunjungan bagi para pelanggan korporatnya yang mengalami kesulitan dengan Rontokbro secara cuma-cuma.
(rouzni/)