Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Meski Skalanya Kecil dan Menengah
Risiko UKM Terserang Virus Tetap Besar
Meski Skalanya Kecil dan Menengah

Risiko UKM Terserang Virus Tetap Besar


- detikInet

Jakarta - Meski usaha kecil dan menengah (UKM) rentan akan masalah keamanan komputer, tapi hal itu belumlah jadi perhatian utama mereka. UKM tetap akan cuek sebelum mereka kena sendiri.Menurut Country Manager Trend Micro untuk Malaysia, Brunei dan Indonesia, Wong Joon Hong, UKM mempunyai masalah besar dalam hal keamanan komputer. UKM, lanjutnya, sangatlah berisiko menghadapi ancaman seperti virus, worm, spyware, trojan, dan hilangnya informasi-informasi penting akibat malware."UKM kerap tidak memiliki dukungan dari tim TI (teknologi informasi-red). Bahka n jika mereka memilikinya, tim tersebut mungkin tidak memiliki keahlian sekuriti yang mendukung," kata Wong dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/11/2005).Organisasi-organisasi jenis ini, menurutnya berdasarkan riset pada UKM, menginginkan adanya solusi tunggal untuk keamanan, dengan hanya sekali melakukan penginstalan dan hanya dengan satu produk yang diatur, tapi dapat membantu dalam mengamankan bisnis secara otomatis.Sebelumnya di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Selasa (15/11/2005), Business Development Manager Trend Micro untuk Indonesia, Vendra Wasnury, juga menyampaikan hal yang serupa. Malah, katanya, pegawai TI di UKM tidak terfokus pada bidang pekerjaannya saja, tapi juga merangkap pada bidang pekerjaan lain yang non-TI."Berdasarkan pengalaman saya, masalah sekuriti belum jadi main concern buat UKM dibandingkan perusahaan besar. UKM pun tidak mempersiapkan budget khusus untuk masalah ini," ujar Vendra. "Padahal TI sangatlah dibutuhkan untuk menunjang bisnis selama 24/7," tegasnya menambahkan.Berdasarkan riset lab Trend Micro, kata Vendra, UKM juga menerima email sampah (spam) sebesar 80 persen dari keseluruhan email yang diterima tiap harinya."Selama UKM terkoneksi ke internet dan melakukan pertukaran data, mereka akan sangat rentan dengan masalah yang berhubungan dengan sekuriti," jelasnya.Kontribusi UKMDari segi bisnis, UKM sendiri menurut Vendra memberikan kontribusi pangsa pasar untuk Trend Micro sebesar 25 persen pada 2005. Sisanya didominasi oleh sektor perusahaan berskala besar."Dengan makin menjamurnya UKM dan makin cepatnya waktu respon serangan pada sektor itu, pangsa pasar antivirus untuk UKM diharapkan meningkat menjadi 35 persen pada 2006," tutur Vendra.Trend Micro yang baru memiliki kantor perwakilan di Indonesia, meluncurkan program solusi untuk UKM bertajuk Worry Free Security. Pada program itu, ditawarkan produk Trend Micro Client Server Security, Client Server Messaging Security, Trend Micro NeatSuite dan Trend Micro Anti Spyware, dengan harga mulai US$ 22,5 hingga US$ 28 per komputer pengguna. Makin banyak komputer pengguna memakai, harga semakin rendah. (rouzni/)







Hide Ads
LIVE