Jangan Ngeprint, Identitas Anda Terancam!
- detikInet
Jakarta -
Teknologi mesin cetak warna (color printer) telah berkembang pesat. Untuk mencetak uang atau dokumen palsu pun semakin mudah. Tapi calon penipu jangan senang dulu, setiap dokumen yang dicetak dengan printer warna ternyata menyimpan kode rahasia. Kode tersebut bisa mengungkap identitas printer dan waktu pencetakan, dan pada gilirannya bisa digunakan untuk menangkap pelaku penipuan. Keberadaan kode tersebut, dan apa makna di balik kode itu, terungkap oleh The Electronic Frontier Foundation (EFF). Lembaga advokasi kebebasan pers dan hak-hak sipil itu juga mengatakan bahwa lembaga keamanan 'United States Secret Service' berada di balik kode tersebut. "Kami menemukan bahwa titik-titik tertentu dari, setidaknya, satu jenis printer tertentu merupakan kode tanggal dan jam pencetakan dokumen. Kode itu juga mengungkap nomor seri printer," ujar Seth Schoen, peneliti EFF, seperti dikutip detikinet dari iol.co.za, Selasa (25/10/2005). Seperti apa kode rahasia tersebut? Menurut EFF, kode itu berupa titik-titik kuning berukurang kurang dari setengah milimeter. Titik-titik tersebut hanya bisa dilihat di bawah sinar biru (blue light) dan dengan bantuan kaca pembesar atau mikroskop. Kode rahasia yang dipecahkan EFF berasal dari printer DocuColour dari Xerox. Kode lain ditemukan EFF pada printer merek Canon, Brother, Dell, Hewlett-Packard, Epson dan produsen lainnya.Melacak Aktivis PergerakanJuru bicara Secret Service, Lorie Lewis, enggan mengomentari temuan itu secara langsung. Namun pihaknya mengakui bahwa ada kerjasama dengan lembaga pemerintahan lain, dan juga kalangan industri, mengenai teknologi untuk menangkal penggunaan printer dan mesin fotokopi untuk membuat uang palsu. Lewis menegaskan bahwa teknologi tersebut dirancang khusus untuk pembuatan uang palsu. "Hal itu tidak akan melacak ataupun mengukur penggunaan hardware atau software pada komputer seseorang," ia menambahkan. EFF khawatir teknologi tersebut bisa digunakan untuk melacak 'suara alternatif'. Juru bicara EFF menegaskan bahwa kode itu relatif mudah dipecahkan dan terdapat juga pada printer warna di luar Amerika Serikat. "Di mancanegara, ada pemerintahan-pemerintahan tertentu yang sangat 'tertarik' pada apa yang dikatakan kaum pembangkang. Mereka juga akan sangat tertarik pada cara-cara melacak keberadaan pembangkang tersebut," tutur Rebecca Jeschke dari EFF.Beth Givens, pembela hak-hak privasi dari Privacy Rights Clearinghouse, menyebut keberadaan kode tersebut bisa mengancam 'hak anonimisitas' masyarakat sipil. "Hak membuat selebaran berakar dari masa lahirnya republik ini (Amerika Serikat -red). Tapi kini, mencetak selebaran dengan printer warna membuat Anda tidak lagi anonim," ujarnya. Lee Tien, ahli hukum senior dari EFF, menekankan perlunya ketakbernamaan bagi aktivis pergerakan 'bawah tanah'. "Teknologi ini membuat pemerintah mudah melacak para pembangkang," tutur Lee. "Lebih buruk lagi, hal ini menunjukkan adanya perjanjian di belakang layar antara pemerintah dan industri swasta yang melemahkan hak privasi masyarakat. Pertanyaannya, perjanjian apalagi yang sudah atau akan dibuat untuk menjamin bahwa teknologi yang kita pakai bisa 'mengadu' pada pemerintah?" Lee memaparkan.
(wicak/)