Selasa, 20 Agu 2019 15:40 WIB

Google Diam-diam Hapus Layanan Berbagi Data dengan Operator

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Google tak lagi berbagi data perangkat Android dengan penyedia layanan seluler sejak bulan lalu. Hal ini tidak diketahui para pengguna, sama ketika Google melakukan berbagi data tersebut pertama kalinya.

Laporan Reuters yang dikutip detikINET Selasa (20/8/2019) menyebutkan, Google menyediakan data teragregasi yang bersifat anonim tentang kekuatan sinyal dan kecepatan koneksi internet ke operator telekomunikasi, lewat layanan yang mereka namai Mobile Network Insights.

Operator bisa menggunakan data tersebut untuk mendeteksi titik-titik lemah pada jaringan mereka dan melakukan peningkatan kualitas. Jika dilihat, fungsi berbagi data ini terdengar bagus dan saling menguntungkan.



Pengguna layanan telekomunikasi bisa mendapatkan layanan yang lebih baik, operator telekomunikasi bisa mengoptimalkan layanan dan jaringannya, sementara Google memiliki lebih banyak pengguna Android yang menjelajahi web lebih cepat di perangkat mereka. Lalu kenapa Google diam-diam mematikan layanan ini?

Untuk diketahui, layanan yang resmi dinonaktifkan April lalu ini memberikan data kepada operator secara gratis, serta menawarkan masukan dan pandangan tentang kualitas jaringan pesaing mereka untuk wilayah geografis yang sama, tanpa mengungkapkan nama mereka.

Di sisi lain layanan Mobile Network Insights menyediakan semua data itu tanpa persetujuan eksplisit. Menurut Reuters, data tersebut berasal dari para pengguna yang telah memilih untuk berbagi riwayat lokasi dan penggunaan serta diagnostik dengan Google.

Namun meski kebijakan data Google mengatakan bahwa mereka bisa Mengumpulkan dan berbagi informasi kualitas koneksi jaringan, tidak disebutkan secara khusus bahwa operator telekomunikasi sebagai penerima data tersebut. Ini adalah detail kecil, namun sangat penting.

Dalam laporannya, Reuters mengingatkan publik pada isu pelacakan lokasi yang ramai beberapa waktu lalu. Tahun lalu, Google menghadapi kritikan keras. Regulator kebijakan privasi dan keamanan saat itu menyoroti bagaimana raksasa internet ini menangani data lokasi. Sebuah laporan menyebutkan, Google masih mengumpulkan data lokasi bahkan jika pelacakan lokasi dinonaktifkan.

Reuters menyebutkan, keputusan untuk mematikan program Mobile Network Insights dilakukan setelah Google menjadi semakin khawatir tentang pengawasan baru terhadap privasi pengguna dari para regulator.

Sementara itu, Google tidak secara resmi mengelaborasi alasan mengapa mereka menutup layanan tersebut. Juru bicara Google Victoria Keough menyebutkan, mereka akan tetap meningkatkan performa jaringan di semua aplikasi dan layanan mereka untuk pengguna.

"Program tersebut kami maksudkan untuk membantu mitra penyedia layanan mobile meningkatkan kualitas jaringan mereka lewat metriks performa teragregasi dan bersifat anonim," ujarnya.

Para penyedia layanan telekomunikasi sendiri mengalokasikan investasi untuk bermacam tool yang mengukur kualitas jaringan mereka. Salah satunya mungkin Actionable Insights milik Facebook.



Layanan ini menyediakan informasi pengguna terkait gender, usia, dan karakteristik lainnya. Menurut laporan Reuters, data ini bisa membantu operator telekomunikasi mengetahui tren demografi untuk marketing, namun tidak berisi data pengguna yang bisa diidentifikasi.

Berbeda dengan milik Facebook, layanan Mobile Network Insights Google yang kini sudah ditutup tidak menyertakan data penggunaan aplikasi atau demografi pengguna.

Simak Video "Iklan Terapi Stem Cell Dilarang Muncul di Google"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com