Jumat, 09 Agu 2019 17:22 WIB

Penemu Celah Keamanan iPhone Dijanjikan Rp 14 Miliar

Anggoro Suryo Jati - detikInet
iPhone. Foto: Getty Images iPhone. Foto: Getty Images
Jakarta - Apple tampaknya lebih serius dalam memperbaiki keamanan di perangkat buatannya yang terlihat dari perluasan program bug bounty mereka ke sejumlah sistem operasi di luar iOS.

Program bug bounty Apple sebenarnya sudah ada sejak 2016, namun terbatas untuk iOS saja. Dan kini Apple memperluas cakupan program tersebut ke macOS, tvOS, iPadOS, watchOS, dan iCloud.

Namun tetap saja anak emas di program tersebut adalah iOS yang dipakai di iPhone, karena ganjaran untuk penemu celahnya bisa mencapai USD 1 juta atau sekitar Rp 14,1 miliar, demikian dikutip detikINET dari Engadget, Jumat (9/8/2019).

Perlu diingat, ganjaran sebesar ini hanya diberikan untuk penemu celah keamanan yang dampaknya fatal, yaitu celah yang bisa membuat si hacker mendapat akses penuh ke iPhone atau iPad tanpa interaksi fisik dengan perangkat.


Bahkan khusus untuk iOS, Apple pun bakal menyediakan iPhone khusus untuk peneliti tertentu. iPhone ini sedikit lebih 'terbuka' ketimbang iPhone versi konsumen, namun tetap lebih 'tertutup' dibanding iPhone khusus karyawan Apple.

Maksudnya terbuka di sini adalah iPhone tersebut bisa saja membolehkan penggunanya untuk memeriksa bagian tertentu dari OS atau komponennya seperti memori, yang tujuannya tentu untuk mencari celah keamanan.

Meski begitu, terbukanya program ini untuk macOS pun merupakan pencapaian besar bagi Apple, karena sebelumnya mereka bersikukuh tak mau membayar untuk penemu celah keamanan di sistem operasi komputer mereka itu.

Namun kini mereka malah membuka program itu untuk semua sistem operasi perangkat mereka, iCloud, iOS, tvOS, iPadOS, watchOS, dan macOS. Begitu juga dengan hadiahnya yang meningkat dari maksimal USD 200 ribu menjadi USD 1 juta.

Simak Video "Fitur Baru iOS 13 untuk iPhone 6S hingga Versi Terbaru"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fyk)