Rabu, 09 Jan 2019 11:30 WIB

Hacker 20 Tahun di Balik Hebohnya Kasus Peretasan di Jerman

Virgina Maulita Putri - detikInet
Hacker 20 tahun di balik kasus peretasan di Jerman. (Foto ilustrasi: Photo by Kaur Kristjan on Unsplash) Hacker 20 tahun di balik kasus peretasan di Jerman. (Foto ilustrasi: Photo by Kaur Kristjan on Unsplash)
Munich - Seorang hacker berusia 20 tahun dinyatakan sebagai aktor di balik kasus peretasan yang menghebohkan Jerman baru-baru ini, dengan presiden dan kanselir pun terimbas.

Peretasan data di Jerman itu bikin heboh akibat sudah membuat data-data 1.000 tokoh publik, termasuk selebritas dan politisi Jerman, bocor ke publik. Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Kanselir Jerman Angela Merkel juga menjadi korban.

Dilansir detikINET dari The Guardian, Rabu (9/1/2019), kepolisian sudah mengidentifikasi hacker yang menggunakan nama samaran 'G0t' dan 'Orbit' itu. Ia ditahan pada hari Minggu (6/1) setelah pihak berwajib menggeledah rumahnya. Keesokan harinya, ia pun mengaku bertanggung jawab atas serangan cyber tersebut.

Pemuda 20 tahun tersebut dituduh melakukan tindakan mata-mata, membocorkan data, dan publikasi data pribadi yang tidak beralasan.




Penyelidik berhasil melacak hacker tersebut melalui jejak digital yang ia tinggalkan di internet. Selain itu, penyelidik juga berbicara dengan salah satu saksi penting: seorang pria berusia 19 tahun yang pernah berkomunikasi dengan hacker lewat aplikasi messaging yang dienkripsi.

Hacker tersebut mengatakan kepada saksi bahwa ia telah menghancurkan komputernya untuk mencegah deteksi. Tapi, polisi mengatakan bahwa mereka telah memulihkan bukti yang ekstensif.

Pria yang tinggal bersama orang tuanya di provinsi Hesse, Jerman tersebut mengaku ia bertindak sendiri dan tidak memiliki motivasi politik. Ia juga mengatakan kepada penyelidik bahwa ia didorong oleh kekesalannya atas keterangan yang dibuat oleh korban serangannya, termasuk politisi, jurnalis, dan selebritis terkemuka.




Saat ini ia telah dibebaskan dengan syarat ia tidak meninggalkan rumah orang tuanya dan terus bekerja sama dengan polisi. Jika dinyatakan bersalah, ia akan menghadapi hukuman tiga tahun penjara, tapi ada spekulasi ia akan mendapat hukuman yang lebih ringan jika ia terus bekerjasama dengan polisi.

Peretasan ini pertama kali menjadi perhatian pada hari Kamis (3/1), tapi data-data tersebut mulai dibocorkan oleh hacker lewat Twitter pada tanggal 1 hingga 24 Desember 2018 dengan gaya seperti kalendar Advent.

Data yang ia sebarkan sendiri meliputi nomor telepon pribadi, korespondensi email, dan foto keluarga. Awalnya ia membocorkan data milik selebritis dan YouTuber, kemudian diikuti dengan politisi, termasuk Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier.


(vim/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed