Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ya Ampun, Penipu Online Pakai Katrina

Ya Ampun, Penipu Online Pakai Katrina


- detikInet

Jakarta - Moral dan etika mungkin tidak ada artinya bagi pelaku penipuan online. Topan Katrina telah memakan korban, baik perorangan maupun ekonomi global, namun para penipu memanfaatkannya untuk mencari keuntungan finansial. Peringatan akan adanya penipuan berkedok Katrina disampaikan oleh SANS Internet Storm Centre, lembaga pemantau 'badai' di Internet. Disinyalir telah beredar banyak spam yang isinya meminta pengguna Internet untuk mengunjungi sebuah situs dan menyumbangkan dana bagi korban Katrina. Sebagai informasi, Katrina telah memakan banyak korban dan menyapurata wilayah-wilayah di benua Amerika. Angin ribut bernama cantik itu juga melumpuhkan produksi minyak di Teluk Meksiko dan sekitarnya. Akibatnya, harga bahan bakar minyak global naik.SANS Internet Storm Centre (ISC) mengatakan bahwa situs yang diyakini terkait dengan tipuan Katrina adalah katrinahelp.com, katrinarelief.com dan katrinacleanup.com. Demikian dikutip detikinet dari Vnunet.com, Kamis (1/9/2005). Lembaga kemanan internet itu sudah menghubungi perusahaan hosting untuk situs terkait. Tetapi perusahaan itu menolak menutup situs tersebut hanya karena alasan curiga saja.Padahal, ISC mencontohkan, ada bukti yang menguatkan kecurigaan mereka. Misalnya di situs katrinahelp.com yang menawarkan pengunjung untuk memberi sumbangan kepada korban angin ribut lewat PayPal.Tetapi bukannya terhubung ke situs PayPal, tautan pada katrinahelp justru membawa pengunjung ke halaman milik pembuat katrinahelp.com. Menurut ISC halaman itu dibuat guna mencuri nama pengguna dan kata kunci PayPal pengunjung. Entah apa yang terjadi kemudian, bisa saja rekening PayPal yang masuk dikuras habis. Di sisi lain, ada juga pihak yang memanfaatkan kesempatan itu dengan menjual nama domain yang berhubungan dengan bencana alam terkait. Sebagai contoh, pemilik AboutKatrina.com dan katrinaphotos.com menawarkan domain itu seharga US$10.000 (US$1 = Rp 10.600, sumber: detik.com). Seorang pialang domain di eBay juga mencoba menjual tiga nama domain 'berbau' Katrina sambil menyebut bencana itu sebagai 'tsunami kita'. Tiga domain itu ditawarkan seharga US$15.000. Sang pialang berjanji akan mendermakan setengah dari harga penjualan domain ke Palang Merah. Namun lelang tersebut berakhir tanpa tawaran apapun.Keterangan Foto: Banjir di kawasan New orleans, Louisiana, Amerika Serikat, akibat topan Katrina. (wicak/)







Hide Ads