Jumat, 23 Nov 2018 06:16 WIB

Kerugian Akibat Cybercrime Capai Rp 87 Ribu Triliun di 2021

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Cybercrime akan meningkat tiap tahunnya dan menimbulkan kerugian besar. Foto: internet Cybercrime akan meningkat tiap tahunnya dan menimbulkan kerugian besar. Foto: internet
Jakarta - Cybercrime diprediksi akan menimbulkan kerugian yang nilainya luar biasa besar. Hal tersebut tertuang dalam laporan terbaru Lenovo.

Perusahaan teknologi berbasis di China ini menunjukkan data yang cukup mencengangkan. Imbas cybercrime akan menimbulkan kerugian sebesar USD 6 triliun pada 2021 mendatang. Itu berarti sekitar enam kali lipat dari valuasi Apple yang merupakan perusahaan teknologi paling bernilai saat ini.


Jika dihitung dengan kurs saat ini, (USD 1 = Rp 14.564), maka nilainya bisa menyentuh Rp 87.351 triliun! Entah akan menjadi berapa angkanya jika menggunakan kurs pada 2021 nanti.

Di samping itu, majalah Fortune melaporkan paling tidak terjadi 16 kasus kebocoran data dengan skala besar sepanjang tahun ini. Walau tidak disebut secara rinci, namun kasus pembobolan data yang melibatkan Facebook dengan Cambridge Analytica pantas masuk dalam daftar.


Selain itu, ada 1,4 miliar password yang dibajak oleh hacker. Lalu, tiap 40 detik, ada sebuah enterprise yang telah menjadi korban serangan ransomware.

Menariknya lagi, serangan ransomware itu diprediksi akan memakan lebih banyak korban lagi tahun depan. Pada 2019, diprediksi akan jatuh satu korban tiap 14 detik saja oleh ransomware. (mon/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed