Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Serangan Malware Juni 2005
Si Banci, Raja Langit dan Raja Api Ganggu Indonesia
Serangan Malware Juni 2005

Si Banci, Raja Langit dan Raja Api Ganggu Indonesia


- detikInet

Jakarta - Pusing cari BBM? Itu urusan dunia nyata. Di dunia maya, Indonesia juga digoyang serangan malware. Rekapan serangan malware di bulan Juni, menghasilkan sejumlah nama yang wara-wiri mengganggu. Perusahaan anti-virus Vaksincom melaporkannya. Alfons Tanujaya, spesialis anti-virus dari PT. Vaksincom mengatakan, insiden malware bulan Juni 2005 didominasi program mata-mata (spyware). "Jumlahnya mencapai 79 persen dengan jumlah insiden 54.290. Angka tersebut hampir empat kali lipat lebih banyak dibanding insiden virus yang jumlahnya mencapai 14.628 atau hanya 21 persen," kata Alfons. Alfons yang mengistilahkan malware dengan tokoh jagoan komik, menyebut virus Netsky sebagai si Raja Langit. Netsky dilaporkan sebagai virus yang menyebabkan insiden terbanyak, yaitu mencapai 10.726. Virus lain adalah Mytob (Si Banci) (883 insiden), Redlof (543 insiden), Kangen (543 insiden), Zafi (362 insiden), HTML/Exploit (309 insiden), Korgo (293 insiden), Wyx (179 insiden). Pesin (158 insiden) dan Funlove (97 insiden). Selain itu ada juga beberapa virus lain yang, kalau ditotal, menyebabkan 557 insiden.Insiden SpywareSementara itu, selama bulan Juni 2005, serangan spyware terbanyak adalah dari Hotbar (si Raja Api) yang mencapai 19.604 insiden, disusul spyware lainnya yaitu Wintool (9.024 insiden), Gator (4.366 insiden). Peringkat empat dihuni oleh spyware toolbar bernama Istbar (3.008 insiden), disusul Agent (2.056 insiden) pada peringkat kelima. Winad (1.736 insiden) menempati peringkat keenam diikuti Startpage (1.249 insiden) yang mampu mengambil alih starting page dari browser. Kemudian jagoan lama MyWebsearch (1.080 insiden), menempati ranking delapan disusul oleh BargainBuddy (1.074 insiden) dan pada peringkat ke-10 dihuni oleh Dyfuca (1.050 insiden). Alfons juga memaparkan sejumlah spyware yang patut dihindari. Di antara spyware ini ada yang tidak menyebabkan insiden sama sekali di bulan Juni. Namun, keberadaannya harus diwaspadai karena virus tersebut masih beredar dan bukannya tidak mungkin akan menimbulkan insiden di masa mendatang. Nama-nama spyware itu adalah Bankfraud, Bifrose, Keenval, Mabutu, Smalldoor dan Swissor yang tidak menyebabkan infeksi alias jumlah infeksinya nol. Ada juga virus Marker, yang pada Mei 2005 menjadi jawara dengan jumlah insiden 6.362, pada bulan Juni hanya menimbulkan 4 insiden dan terlempar dari Top 10 virus. Tapi keberadaannya tetap harus diwaspadai. (wicak/)







Hide Ads