BERITA TERBARU
Jumat, 06 Apr 2018 14:31 WIB

Menkominfo: Facebook Itu Salah Satu Medsos yang Nakal

Agus Tri Haryanto - detikInet
Menkominfo Rudiantara dan perwakilan Facebook Indonesia. (Agus Tri Haryanto/detikINET) Menkominfo Rudiantara dan perwakilan Facebook Indonesia. (Agus Tri Haryanto/detikINET)
FOKUS BERITA Facebook Dipanggil DPR
Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) menyebutkan bahwa perusahaan teknologi raksasa yang beroperasi di Indonesia, dinilai tidak terlalu patuh dengan pemerintah untuk menangani suatu persoalan, satu di antaranya adalah Facebook.

Mulanya, Rudiantara memaparkan ada sembilan platform online di Tanah Air mengenai penilaian bagaimana mereka mengatasi konten-konten negatif yang ada layanannya, usai dipinta oleh pemerintah.

"Saya sampaikan ke teman-teman, media sosial itu nggak kooperatif-kooperatif amat. Ada sembilan platform, media sosial maupun messenger, ada tiga yang kurang kooperatif," kata Menkominfo.



Dilanjutkannya, pernyataannya itu berlandaskan stastistik, sehingga label 'nakal' kepada platform online ini tidak sembarangan, melainkan ada datanya yang telah dihimpun oleh Kominfo selama ini.

Ketika itu, Rudiantara enggan untuk menyebutkannya, namun saat didesak, ia pun mengatakan bahwa Facebook satu di antara tiga yang 'nakal' tersebut.

"Iya, Facebook. Dua lagi? Tahu lah siapa yang besar," ucapnya. Dua perusahaan teknologi yang dimaksud merujuk pada Google dan Youtube serta Telegram. Data tersebut pernah diungkap sebelumnya oleh Kominfo sebelumnya, pada bulan Maret 2018.

Dalam catatan Kominfo yang dipaparkan, terdapat tabel performa dari berbagai layanan Over The Top (OTT) yang terkait pelaporan konten negatif dan seberapa besar penanganannya. Catatan tersebut terhitung sejak tahun 2016 dan 2017.

Platform yang tercantum, mulai dari Facebook dan Instagram, Twitter, Google dan YouTube, Telegram, Line, BBM, Bigo, Live Me, dan MeTube. Sebagai informasi penggabungan Facebook dan Instagram, serta Google dan YouTube ini karena berada dalam satu perusahaan.

"Tahun 2016 dari permintaan Kominfo kepada Facebook dan Instagram ada 501 akun untuk di-suspend dan di-takedown itu dipenuhi 249. Artinya, setengahnya atau 50%. Di 2017, membaik dari 806 yang outstanding 277. Secara keseluruhan, dari 1300 akun bermasalah, yang outstanding atau yang belum di-takedown sampai saat ini 40%," tutur Rudiantara kala itu.



Guna memudahkan membaca tabel OTT Performance ini, R = Requested, F = Fulfilled, OS = Outstanding. Semakin rendah persentase yang diberikan, itu menandakan bahwa platform layanan internet tersebut menangani konten negatif di dalamnya.

Dalam hal ini, Twitter menjadi platform yang paling patuh dibandingkan lainnya yang mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia, meski jumlah pelaporan di media sosial berlogo burung itu paling banyak diantara platform lainnya.
Menkominfo: Facebook Itu Salah Satu Medsos yang 'Nakal'Tabel yang menunjukkan seberapa besar platform OTT melakukan penanganan konten negatif ditempatnya. Foto: istimewa
(agt/rou)
FOKUS BERITA Facebook Dipanggil DPR

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Fotostop: Biru Kuis

    Fotostop: Biru

    Jumat, 27 Apr 2018 10:41 WIB
    Warna biru memberikan kesan menenangkan, tenang dan juga damai. Warna biru pun bisa dijadikan objek foto yang menarik. Yuk ikutan kuis fotostop detikINET.
  • Jaringan XL Diklaim Selimuti 93% Indonesia

    Jaringan XL Diklaim Selimuti 93% Indonesia

    Jumat, 27 Apr 2018 10:18 WIB
    Hingga saat ini, cakupan jaringan data operator seluler ini telah melayani di kurang lebih 4.226 kecamatan yang berada di 406 kota/kabupaten di Tanah Air.
  • Pasar Ponsel Melemah, Samsung Tetap Untung

    Pasar Ponsel Melemah, Samsung Tetap Untung

    Jumat, 27 Apr 2018 09:30 WIB
    Samsung Electronic mengungkap pasar ponsel secara global melemah dan memperlambat pertumbuhan pemasukkannya. Kendati begitu mereka masih meraup keuntungan.
  • Nokia N Series Siap Bangkit dari Kubur

    Nokia N Series Siap Bangkit dari Kubur

    Jumat, 27 Apr 2018 09:04 WIB
    HMD Global kembali akan membangkitkan ponsel Nokia yang tenar di masanya. Vendor asal China itu dikabarkan bakal merilis ponsel N-Series dalam waktu dekat.
  • Janji Untung Cuma 5% ala Xiaomi

    Janji Untung Cuma 5% ala Xiaomi

    Jumat, 27 Apr 2018 07:23 WIB
    Bos Xiaomi Lei Jun berjanji kalau perusahaannya itu akan membatasi laba bersih alias untung setelah pajak untuk penjualan produknya sebesar 5%. Kenapa?
  • Ganti Presiden, Nintendo Siap Pecahkan Rekor

    Ganti Presiden, Nintendo Siap Pecahkan Rekor

    Jumat, 27 Apr 2018 06:45 WIB
    Nintendo mengumumkan nama baru yang akan menjadi presiden. Pergeseran jabatan ini diharapkan dapat mengalahkan rekor keuntungan yang ditorehkannya 9 tahun lalu.