Kamis, 05 Apr 2018 13:43 WIB

Facebook Juga Intip Link dan Foto di Messenger

Rachmatunnisa - detikInet
Facebook Messenger. Foto: Istimewa Facebook Messenger. Foto: Istimewa
FOKUS BERITA Data Facebook Bocor
Jakarta - Facebook diketahui memindai link atau tautan dan foto-foto yang saling dikirimkan lewat aplikasi chat Facebook Messenger.

Raksasa jejaring sosial ini juga membaca chat yang ditandai untuk dilaporkan kepada moderator. Ini dilakukan Facebook untuk memastikan konten yang berseliweran di platformnya memenuhi aturan. Jika dianggap melanggar, Facebook akan memblokirnya.

Hal ini dikonfirmasi Facebook, setelah wawancara dengan CEO Facebook Mark Zuckerberg memunculkan lebih banyak pertanyaan mengenai privasi dan praktik yang dilakukan Facebook.

Dalam wawancara di Vox, Zuck menceritakan contoh kasus, yakni menerima panggilan telepon yang terkait dengan isu pembersihan etnis di Myanmar. Disebutkan Zuck, Facebook mendeteksi adanya orang-orang yang berupaya mengirim pesan sensasional melalui aplikasi Messenger.



"Dalam kasus tersebut, sistem kami mendeteksi apa yang terjadi. Kami berupaya menghentikan pesan tersebut menyebar," ujar Zuck seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (5/4/208).

Sebagian orang pun bereaksi atas pengakuan ini, apalagi mengingat Facebook tengah berada dalam sorotan tajam terkait penyalahgunaan data 50 juta penggunanya oleh Cambridge Analytica.

Zuck menyebutkan bahwa Messenger tidak menggunakan data dari pesan-pesan yang terkirim untuk kepentingan iklan. Meski demikian, terungkapnya fakta baru ini akan membuat kebijakan untuk memperketat perlindungan privasi pengguna Facebook akan melebar, termasuk ke Messenger.

Pembelaan Facebook

Dari informasi ini, bisa diketahui bahwa meski percakapan di Messenger diklaim privat, Facebook memindai percakapan tersebut dan menggunakan tool yang sama untuk mencegah penyalahgunaan.

Semua konten harus mematuhi aturan Facebook dan standar komunitas yang sudah ditentukan. Orang-orang bisa melaporkan postingan atau pesan yang dinilai melanggar standar tersebut. Laporan ini kemudian memberikan akses bagi tim moderasi Facebook dan tool otomatis untuk mengintipnya.

"Misalnya, di Messenger, ketika mengirim foto, sistem otomatis kami akan memindainya menggunakan teknologi yang akan mendeteksi apakah benar foto tersebut adalah eksploitasi anak. Atau ketika Anda mengirim link, kami memindainya untuk mengetahui apakah link tersebut mengandung malware atau virus," terang Facebook.

[Gambas:Video 20detik]

Untuk diketahui, Messenger adalah bagian dari layanan utama Facebook, sebelum akhirnya berdiri sendiri sebagai aplikasi terpisah di 2014. Berbeda dengan layanan chat milik Facebook lainnya, WhatsApp, diklaim mengenkripsi komunikasi di antara pengguna.

Jadi, bahkan WhatsApp sendiri tidak bisa mengintipnya. Kebijakan ini diyakini membuat WhatsApp lebih aman bagi penggunanya, namun sekaligus sulit bagi para penegak hukum jika menginginkan informasi untuk keperluan investigasi. Messenger juga punya opsi enkripsi, namun pengguna bisa mematikannya.



Merespons isu kebocoran data yang tengah menimpanya, Facebook berbenah dan mengupdate kebijakan perlindungan data di layanannya. Facebook juga mengklarifikasi bahwa Messenger dan Instagram punya aturan yang sama dengan Facebook.

"Kami lebih baik menjelaskan bagaimana kami memerangi penyalahgunaan dan menyelidiki aktivitas mencurigakan, termasuk dengan menganalisis konten yang dibagikan orang di layanan kami," sebut Facebook.

Diakui Facebook, mereka berupaya membuat kebijakan privasi menjadi lebih jelas. Namun masih terdapat kesenjangan mengenai apa yang disepakati pengguna dengan apa yang menurut pengguna sebenarnya telah mereka sepakati.

"Sistem pemindaian Messenger sebenarnya sama dengan yang dipakai kebanyakan perusahaan internet saat ini," kilah Facebook. (rns/rns)
FOKUS BERITA Data Facebook Bocor

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed