Star Wars Episode III 'Bocor' di Internet
- detikInet
Jakarta -
Hollywood bisa jadi makin kecewa dengan sikap para peselancar dunia maya, yang gemar berbagi file di jaringan file sharing. Pasalnya, file film Star Wars episode III -- Revenge of the Sith-- menyebar di internet, hanya beberapa jam setelah pemutaran perdananya di bioskop, Kamis (19/5/2005). Aksi pembajakan ini terjadi di saat Holywood makin gencar menentang pembajak film-film yang lahir dari kawasan ini. Media online diyakini menjadi media penting bagi penyebaran materi-materi bajakan.Revenge of the Sith kedapatan menyebar di jaringan file-sharing terpopuler di Amerika Serikat, BitTorrent. Reuters yang dikutip detikinet Jumat (20/5/2005) melansir, hingga saat ini sudah ada dua salinan film Revenge of the Sith yang menyebar di sini. Jaringan ini memungkinkan pengguna untuk men-download dokumen video berkapasitas besar, lebih cepat dari yang sudah-sudah. Entah dari mana sumbernya, yang jelas film yang menyebar jelas masih kinyis-kinyis alias masih baru. Karena baru saja melewati pemutaran perdananya di beberapa kota di berbagai negara.Asosiasi Film Amerika (Motion Picture Association of America) memang sedang getol-getolnya 'mengejar' situs yang menyediakan link bagi para tracker. Melalui link ini, BitTorrent dapat men-download materi-materi yang dilindungi hak cipta. Kasus lain yang juga sedang gencar disorot adalah, enam tuntutan kepada situs-situs yang dinyatakan membajak acara TV. Meski Star Wars III diisukan bocor hari Kamis, namun situs Waxy.org menuturkan, ada satu salinan yang beredar sehari sebelumnya--hari dimana film tersebut bahkan belum diputar. Dan parahnya lagi, film itu masih menyertakan time-stamp. Informasi yang ditambahkan untuk mengindikasikan waktu pemrosesan.Waxy menduga bahwa otak di balik kebocoran tersebut adalah orang 'dalam' dari industri terkait. Bukan dari seseorang yang merekam film layar lebarnya. Diduga lebih dari 16 ribu orang kini men-download film tersebut lewat BitTorrent.Sementara Hollywood berusaha keras menghindari imbas pembajakan menular ke industri musik. Industri ini mengklaim telah menderita rugi jutaan dolar dari aktivitas tukar-menukar file di internet.Sebetulnya kalau dari segi kapasitas, file film berukuran lima puluh kali lebih besar dari dokumen musik. Namun, dengan teknologi sekaliber BitTorrent dan meningkatnya akses internet berkecepatan tinggi, hal itu menjadi sangat mudah.Sementara itu, belum ada komentar dari Lucasfilm dan MPAA, produsen film yang karyanya dibajak.
(wicak/)