Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Di Milis Ibu-Ibu
E-mail Pesta Seks Berlanjut Teror
Di Milis Ibu-Ibu

E-mail Pesta Seks Berlanjut Teror


- detikInet

Jakarta - Awalnya mungkin hanya lelucon yang kejam, kemudian e-mail yang memanfaatkan database milis berlanjut jadi teror. Dari undangan pesta seks hingga tuduhan terorisme. Mailing list (Milis) We Are Mommies (WRM) didirikan oleh sekumpulan ibu-ibu Indonesia yang berada di berbagai negara. Milis yang membahas seputar kehidupan ibu-ibu, calon ibu dan wanita ini didirikan oleh pemain sinetron Monica Oemardi. Tanpa disangka-sangka, Kamis (19/05/2005) lalu, di milis tersebut hadir pesan e-mail yang tidak senonoh. Berjudul 'daftar peserta tambahan yang akan ikut dalam acara temu kangen 2005', e-mail itu merinci sebuah acara pesta seks. Gawatnya, seperti kasus yang menimpa milis smu-112, nama dan nomor telepon asli anggota milis disampaikan secara detil. Kontan saja hal ini membuat berang para moderator. Apalagi nama pengirimnya adalah seseorang yang menjadi anggota milis WRM bernama Atik. Belakangan diketahui alamat yang digunakan adalah palsu. Pelaku, menurut salah satu moderator WRM Wanda Hazman, menggunakan nama Atiik (dengan dua i) dan bukan Atik (dengan satu i). Menjadi TerorBahkan pada hari yang sama pelaku mengirimkan dua e-mail senada. Salah satunya menyebutkan data lengkap Monica Oemardi. "Pengirim juga menyertakan foto dari Monika Oemardi, yang telah mendapat fitnahan yang keji," tutur Wanda kepada detikinet, Rabu (01/06/2005).Entah apa 'dosa' milis WRM sehingga pelaku nampaknya sangat gencar melancarkan terornya. Pengiriman e-mail tersebut berlanjut selama beberapa hari. Bahkan setelah anggota milis didata ulang pelaku melanjutkan aksinya dengan mengirimkan e-mail ke anggota milis melalui jalur pribadi. Puncaknya adalah e-mail tertanggal Jumat (25/05/2005). "Pada tanggal 25 Mei 2005, saya sebagai moderator mailing list 'We R Mommies' menerima teror yang ditujukan kepada alamat-alamat penting di Alabama, Amerika Serikat, yang menyatakan bahwa saya adalah teroris yang sedang berada di AS," papar Meidya Derni, juga moderator milis WRM. E-mail tersebut mengatasnamakan Monica Oemardi dan 'hebat'-nya dikirimkan ke alamat e-mail Walikota Alabama, beberapa alamat e-mail di Universitas Alabama serta pihak kepolisian AS. Meidya, yang memang berkediaman di Alabama, merasa terancam. "Menuduh saya teroris adalah tindakan yang sangat membahayakan diri saya dan keluarga saya yang saat ini berada di AS," papar Meidya.Pelacakan Tak BerhasilModerator milis WRM rupanya serius ingin menangkap pelaku. Melalui pelacakan alamat internet protocol (IP) mereka menemukan bahwa semua e-mail dikirimkan dari Indonesia (alamat IP berawalan 202). Bahkan satu alamat yang kerap digunakan pelaku merujuk pada seorang anggota WRM. Saat dihubungi oleh moderator WRM, anggota yang bersangkutan menyangkal telah melakukan teror tersebut. "Bahkan pada tanggal 25 Mei 2005 yang bersangkutan sedang berada di luar kota, yaitu di Bogor," ujar Meidya. Hingga kini moderator WRM belum berhasil membongkar identitas pelaku. Mereka sudah berniat akan mengajukan kasus ini melalui Unit Cybercrime Kepolisian Indonesia. Pelaku, menurut Meidya, dianggap melakukan pencemaran nama baik dan pencurian identitas.Menurut Wanda teror yang dilakukan pelaku semakin menjadi. Terakhir, Selasa (31/5/2005), pelaku mengirimkan e-mail yang seakan-akan berisi korespondensi Dwitra Zaky, anggota milis WRM, sebagai anggota Jamaah Islamiyah. E-mail tersebut bahkan dikirimkan ke Kedutaan Besar AS di Jakarta. (wicak/)







Hide Ads