Neo Nazi Picu 745 Insiden di Komputer Indonesia
- detikInet
Jakarta -
Mei 2005, ranah komputer diramaikan dengan aksi spam yang berisi pesan-pesan Neo Nazi yang dikirim Sober.O. Jutaan pesan sampah yang menyebar itu, ada juga yang singgah di komputer-komputer di Indonesia. Vaksincom, perusahaan anti virus yang berkantor di Jakarta, memantau adanya 745 insiden Sober.O. Hal itu menjadikan Sober.O sebagai salah satu virus yang paling banyak menginfeksi komputer di Indonesia dalam tiga minggu belakangan.Alfons Tanujaya, spesialis anti virus dari Vaksincom, mengatakan selain Sober, virus lain yang aktif menginfeksi komputer di Indonesia adalah Marker (6362 insiden) dan Netsky (4152 insiden). Virus-virus lain seperti Redlof, Funlove, Pinfi, MyDoom, Wyx, Pesin dan Mitglieder, ada di antara 10 virus yang paling banyak menginfeksi komputer di Indonesia.Sober.O menyebar dengan teknik yang jitu karena terbilang sukses dalam menyebarkan dirinya ratusan ribu komputer. Sober.O memiliki keunikan tidak berusaha menyebarkan dirinya melalui email, melainkan mengupdate dirinya menggunakan trojan yang terkandung di dalam Sober.P (yang tidak terdeteksi antivirus). Komputer yang terinfeksi Sober.P akan mendownload Sober.O, ini marak terjadi pada pertengahan Mei 2005. Setelah berhasil di-download, Sober.O yang dikenal juga dengan nama Ascetic.C akan mengirimkan email sampah (spam). "Ada satu catatan yang menarik dari teknik spamming yang dilakukan oleh Sober.O ini," kata Alfons. Dalam menjalankan aktivitas penyebaran spamnya Sober.O ternyata mengumpulkan email-email dengan domain yang sama dalam satu kumpulan email (mailing list) untuk kemudian melakukan spam berdasarkan mailing list yang telah diciptakannya. "Untungnya kegiatan spamming ini hanya berjalan dua mingguan dan pada saat ini aktivitas spamming tersebut sudah turun dengan sangat signifikan," tutur Alfons. Spam yang dikirim, membeberkan kisah pengeboman yang berlangsung di kota Dresden, Jerman, pada perang dunia kedua. Dalam pesan tersebut, penulis tampaknya ingin semua orang tahu betapa mencekam suasana kota saat serangan diluncurkan pihak sekutu ketika itu.Insiden yang tercatat pada bulan Mei lebih didominasi spyware yang menimbulkan 24.625 kasus (60 persen). Sementara virus menyebabkan 16.124 kasus (40 persen). Tingginya infeksi spyware, walaupun telah diperkirakan sebelumnya tetap perlu menjadi perhatian pengguna internet. Alfons mengatakan, spyware muncul dalam begitu banyak varian dan mampu menginfeksi melalui Freeware, serta terkadang cukup hanya mengunjungi website tertentu. Dalam perang menghadapi spyware ini tidak beda jauh dengan perang menghadapi virus. Karena kompleksnya permasalahan, untuk menghadapi spyware dalam jaringan tidak cukup hanya menggunakan anti spyware yang berdiri sendiri, melainkan juga diperlukan anti spyware yang mampu meng-update dan melakukan manajemen dalam jaringan komputer korporat.Alfons mencontohkan, anti spyware seperti Norman Adware Professional dengan tambahan fitur Ad Watch untuk memblok spyware baru yang masuk dan menjaga registri dari perubahan yang tidak diinginkan dan Ad Axis untuk melakukan manajemen program antispyware dalam jaringan secara efisien.
(wicak/)