Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Aksi <I>Ganyang</I> Situs Malaysia
'Perketat Keamanan Situs Pemerintah!'
Aksi <I>Ganyang</I> Situs Malaysia

'Perketat Keamanan Situs Pemerintah!'


- detikInet

Jakarta - Situs Depdagri dan Kabupaten Indragiri Hulu jadi korban serangan cyber yang tampaknya berasal dari Malaysia. Pemerintah dihimbau perketat keamanan situs. Cyberwar?Sejak Kamis dini hari (10/03/2005), situs Departemen Dalam Negeri jadi korban 'dedemit dunia maya' yang tidak bertanggungjawab. Hingga pukul 10.30 situs tersebut tidak dapat diakses. Nasib yang sedikit lebih baik menimpa situs Kabupaten Indragiri Hulu. Situs yang beralamat di inhu.go.id itu ditumpangi pesan oleh pelaku yang tidak menyebutkan namanya. Informasi perubahan tampilan di situs Indragiri Hulu diketahui oleh pembaca detikcom atas nama #medanhacker. Bersamaan dengan informasi tersebut, #medanhacker juga meminta agar administrator situs pemerintah meningkatkan keamanan server mereka. "Karena ada beberapa situs pemerintah indonesia yang telah dideface oleh Malaysia. Kami tidak inginkan hal ini terjadi lagi dengan situs-situs pemerintahan Indonesia, go.id," sebutnya. 'Jangan Seperti Anjing Gila'Sekilas situs Pemerintah Daerah Indragiri Hulu nampak baik-baik saja, namun pengamatan lebih jauh akan menunjukkan beberapa paragraf pesan yang ditinggalkan pelaku. Pesan itu diletakkan di bagian bawah halaman depan situs.Pesan tersebut mengharapkan agar tidak terjadi perang maya antara Malaysia dan Indonesia. "Saya berharap kedua negara akan berpikir dan melakukan negosiasi secara sopan, jangan saling menghack situs seperti 'anjing gila'," sebut pesan tak bernama itu.Pesan itu juga menyebut-menyebut LYN (Lowyat.Net) sebuah komunitas cyber bagi penggemar teknologi dari Malaysia. Namun si pelaku menegaskan bahwa ia bukan anggota LYN. Pesan itu juga meminta agar "orang-orang yang berkuasa di negaraku" tidak menyerahkan pengelolaan situs pada mahasiswa. Namun ia tidak menjelaskan apakah negara yang dimaksud Indonesia atau Malaysia atau negara lain. Berikut pesan yang ditinggalkan pelaku di situs inhu.go.id:Sorry for the inconvenience caused, sorry for bringing up the hacking call, i know i shudn't have, but i seriously hope that both countries would think and negotiate properly, don't just start hacking each other's sites like mad dogs.p4n6 from LYN, you are quite right, but you were wrong bout me being a member at LYN, im just a guest having fun looking at your post :))btw, ppl in charge of our country's websites, pls dont subcontract it to students, as i've done a few jobs for you guys, stop the sub contracting shit, and make us a better country.peace.p.s: i also hope that bush would resign :DJadi siapa pelaku itu sebenarnya? Entahlah. Bisa jadi pelakunya adalah orang Indonesia sendiri. Apalagi mengingat di Malaysia tindakan defacement bisa diancam dengan undang-undang Internal Security Act, yaitu sejenis Undang-Undang Anti Terorisme. (ien/)






Hide Ads