Selasa, 10 Okt 2017 15:59 WIB

Begini Cara Google Bentengi Android dari Virus

Adi Fida Rahman - detikInet
Ponsel Android. Foto: detikINET/Adi FR Ponsel Android. Foto: detikINET/Adi FR
Jakarta - Menjadi sistem operasi terpopuler di dunia membuat Android kerap jadi sasaran program jahat ataupun virus. Menyadari itu, Google pun menyiapkan sejumlah jurus untuk menangkal hal tersebut.

"Karena Android banyak penggunanya, Google melakukan peningkatan keamanan. Ini semua demi keamanan pengguna," kata Adrian Ludwig, Direktur Teknik untuk keamanan Android saat video conference, Selasa (10/10/2017).

Raksasa pencarian internet itu mengaku telah merekrut banyak sumber daya manusia untuk terus mengamankan Android dari beragam serangan. Mereka ditempatkan di berbagai negara.

Mereka pun kini menghadirkan Google Play Protect. Kehadirannya untuk menjaga sistem Android dari beragam aplikasi yang ancaman keamanan.

"Google Play Protect dapat menemukan ancaman dan ketika menemukan akan langsung ditangani seketika itu," kata Ludwig.

Google Play Protect dapat dilihat bagian My Apps di Play Store. Atau dapat pula ditemukan di Setting pada bagian Security and Location.

Ludwig mengklaim saat ini Google Play Protect sudah tersedia di dua miliar perangkat Android di seluruh dunia. Tiap harinya fitur ini memindai secara rutin keamanan satu miliar perangkat Android dan mengecek 50 miliar aplikasi.

"Google Play Protect tersedia dari perangkat Gingerbread hingga Oreo," ungkap pria lulusan University of California, Barkeley itu.

Perusahaan yang bermarkas di Mountain View, California, AS ini turut membuka API untuk membantu meningkatkan keamanan Android. Mereka juga mengerahkan machine learning.

Machine learning ini diklaim dapat menganalisis lebih dalam. Sehingga lebih efektif mengatasi ancaman dan mengindentifikasi risiko yang baru

Langkah Google tidak sampai di situ saja demi mengamankan Android. Mereka turut mengembangkan ekosistem program keamanan. Google menggandeng pengembang aplikasi, pembuat perangkat dan peneliti keamanan.

"Kami sampai memberikan rewards bagi yang menemukan celah keamanan di Android," ungkap Ludwig. (afr/fyk)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed