Selasa, 01 Agu 2017 22:20 WIB

Mengenal ISLA, Penangkal Malware Bikinan SpaceX

Yudhianto - detikInet
Perangkat ISLA. Foto: Cyberinc. Perangkat ISLA. Foto: Cyberinc.
Jakarta - Dengan segudang inovasi, tak mengejutkan kalau SpaceX melindungi rapat-rapat informasi miliknya. Bahkan perusahaan milik bos Tesla ini sampai menciptakan sistem penangkal malware-nya sendiri.

Sistem yang dimaksud hadir dalam bentuk perangkat bernama ISLA. Dibanding kebanyakan solusi keamanan enterprise yang ada di pasaran, ISLA disebut mengusung teknik berbeda untuk menangkal malware.

Metode yang dimaksud dinamai sistem isolasi. Namun metode isolasi ini hanya berlaku untuk konten-konten web yang diakses melalui browser di komputer. Pasalnya 80% ancaman keamanan di perusahaan disebut berasal dari web browser, bila mengacu pada hasil riset Ponemon Institute.

Jadi dengan metode isolasi ini ISLA akan mengisolasi semua konten web yang datang dari luar jaringan. Tapi bukannya tidak bisa diakses, karena seperti diketahui bisnis saat ini tak bisa lepas dengan kebutuhan akan internet.

Samir Shah, CEO Cyberinc yang kini memiliki hak pemasaran atas ISLA, menyebut maksud isolasi di sini adalah dengan memfilter sekaligus menetralisir semua konten web yang akan masuk jaringan perusahaan. Sehingga ancaman keamanan seperti script jahat yang bisa diselipkan di konten web bisa dihilangkan untuk memastikan keamanannya.

"ISLA akan melindungi jaringan perusahaan dari serangan malware yang dibawa oleh Web. Kami sangat antusias membawa ISLA ke Indonesia dengan kemitraan bersama Blue Power Technology," kata Samir, di JW Marriot, Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Mengenal ISLA, Penangkal Malware Bikinan SpaceXSamir Shah, CEO Cyberinc (kedua dari kanan). Foto: yud/detikINET

Implementasi ISLA adalah dengan menempatkan perangkat ini di gerbang firewall perusahaan. Jadi sebelum menghampiri firewall, konten web datang akan lebih dulu ditangani oleh ISLA. Tak sebatas konten-konten web biasa, ISLA juga disebut bisa menangani file dokumen dan semacamnya.

Apalagi sekarang tak sedikit perusahaan yang telah mengandalkan aplikasi berbasis awan, seperti Google Docs atau Office 365.

Meski sebelumnya ditangani oleh ISLA, Cyberinc sesumbar kalau konten web yang sampai ke layar komputer pengguna tak akan terasa bedanya. Apapun kontennya, bahkan dalam bentuk video. Pengguna juga tak akan merasakan delay, meski konten web yang diaksesnya terlebih dulu kena filter.

(yud/yud)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed