Dari hasil penelitian perusahaan penyedia antivirus Avast, ditemukan lebih dari separuh atau sekitar 52% aplikasi atau software komputer terpopuler yang berjalan di PC di dunia, termasuk Flash dan Java, sudah out of date alias kadaluarsa.
Avast pun menyoroti hal bilamana ini bisa menjadi ancaman pada data pribadi, sebagaimana malware mengincar versi lama dari software agar dapat mengeksploitasi celah keamanannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke-10 software itu antara lain: Java (Runtime 6 dan 7), Flash Player (Active X), Foxit Reader, GOM Media Player, Nitro Pro, WinZip, DivX, Adobe Shockwave Player, 7-ZIP, dan Firefox.
Foto: GettyImages |
Dari daftar yang ditemukan, Java menempati urutan software teratas yang paling jarang diperbarui. Framework populer untuk web dan beberapa aplikasi desktop ini diketahui dipakai oleh 24 juta pengguna komputer dengan masih menjalankan Java Runtime 6 dan 7 yang notabene sudah usang, sementara 26 juta penggunanya telah menggunakan versi terbaru, yakni Java 8 dan 70% pengguna belum menginstal rilis update terbaru.
"Di dunia online, kebiasaan keamanan Anda seperti menjaga aplikasi agar selalu diperbarui sangat berperan besar dalam tingkat perlindungan Anda di Internet," ujar Ondrej Vlcek, Chief Technology Officer, GM and EVP Consumer Business Avast dalam emailnya kepada detikINET, Jumat (24/3/2017).
Menurut Vlcek, menjalankan aplikasi usang membuat pengguna komputer rentan terhadap serangan dari hacker yang paham mengeksploitasi celah keamanan yang mudah ditemukan atau lawas.
Penyebab pengguna masih menggunakan aplikasi usang mungkin dikarenakan karena pembaruan tidak terinstal dengan baik atau mereka menunda atau lupa untuk memperbarui meskipun telah diperingatkan. Karenanya, pengguna disarankan agar senantiasa memperbarui aplikasi di komputer mereka. (mag/rou)
Foto: GettyImages