BERITA TERBARU
Senin, 30 Jan 2017 18:47 WIB

Menkominfo: 1.000 Tentara Cyber Bukan untuk Buzzer

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: adi/detikcom Foto: adi/detikcom
Jakarta - Ide melahirkan 1.000 kandidat pasukan cyber security lewat program Born to Control menuai kontroversi. Beberapa pihak ada yang menganggap program yang digaungkan Kominfo itu untuk mengontrol postingan di media sosial.

Namun Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memastikan program Born to Control bukan untuk mengontrol masyarakat. Tapi lebih untuk mengamankan Indonesia dari serangan cyber dari luar negeri.

"Serangan cyber ke Indonesia sangat luar biasa. Tahun 2015 ada 28 juta serangan. Ini tidak bisa didiamkan," ujar Rudiantara saat menyampaikan keynote di peluncuran program Born to Control di Gedung Kominfo, Jakarta, Senin (30/11/2017).

Sayangnya Indonesia masih kekurangan sumber daya manusia yang handal untuk menangkal semua itu, terutama untuk kalangan industri.
Menkominfo: 1.000 Tentara Cyber Bukan untuk <i>Buzzer</i>Foto: adi/detikcom

"Jadi Born to Control bukan merekrut buzzer. Sekarang banyak orang pake bot, masa kita mau rekrut buzzer," kata pria yang kerap disapa Chief RA ini sembari bercanda.

Di tempat yang sama, Chairman Program Born to Control Eva Noor menjelaskan lebih rinci mengenai program ini. Born to Control bertujuan untuk mencari bakat di bidang cyber security.

Sebanyak 10 ribu orang yang akan direkrut. Mereka akan dijadikan ahli teknologi informasi yang dapat terjun langusung ke industri.

"Dari 10 ribu akan diseleksi menjadi seribu. Lalu diseleksi kembali menjadi 100 orang. Kami akan memberikan training agar mereka siap terjun ke industri," jelas Eva.

Pihak Born to Control akan menggelar roadshow di 10 kota yakni Jakarta, Yogyakarta, Palembang, Medan, Samarinda, Denpasar,Manado, Bandung, Makassar dan Malang.

Untuk pendaftaran sendiri dilakukan lewat website. Peserta yang diperbolehkan ikut minimal berumur 17 tahun.

Simak video 20detik di bawah ini:

(afr/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.