"Sejauh ini Indonesia masih di urutan 41 dunia, memang belum nomor satu, tapi trennya menuju ke sana," kata Halim Santoso, Director Systems Engineering Symantec ASEAN di Penang Bistro, Jakarta, Kamis (27/8/2015).
Indonesia diakui oleh Symantec merupakan salah satu negara yang paling cepat adopsi penggunaan perangkat teknologinya. Baik itu perangkat desktop maupun mobile.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inilah yang menyebabkan pelaku kejahatan cyber beralih ke ransomware, serangan yang membuat pengguna tidak dapat mengakses perangkatnya, yang menahan data-data penting hingga uang tebusan dibayarkan.
Ancaman ini merupakan kategori malware yang paling dominan sekarang, dan menurut Internet Security Threat Report Symantec, ancaman ini tumbuh sebesar 113% di tahun 2014.
Riset Symantec terbaru mengungkapkan bahwa penyerang ransomware menempatkan perangkat wearable dan perangkat terhubung lainnya sebagai target.
Penemuan utama lainnya termasuk 89% dari ransomware dirancang untuk menyasar komputer pribadi berbasis Windows.
"Di masa depan, kita mungkin akan melihat ransomware muncul di kategori-kategori perangkat baru: lemari pendingin, TV dan kamera pengintai CCTV," pungkas Ong Jong Han, Country Manager Symantec Indonesia.
(rou/fyk)