Malware yang saat ini beredar di dunia maya jumlahnya terus bertambah dari waktu ke waktu. Menurut catatan Kaspersky, dari semua serangan di Q2-2015 itu, sekitar 26 juta malware ditujukan untuk perangkat PC.
Disebutkan oleh perusahaan keamanan jaringan itu, malware untuk PC menyamar dalam sejumlah bentuk, seperti script, exploit, dan file executable. Dan setengah dari serangan malware tersebut berasal dari Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berturut-turut di bawahnya ada negara-negara seperti Rusia, Jerman, Perancis dan Belanda yang masuk ke dalam lima besar negara dengan jumlah situs berbahaya terbanyak. Sementara Indonesia, berada di posisi ke-34, dengan sekitar 100 ribu situs berbahaya yang diduga mengandung malware.
"Tren penyebaran malware ini sebenarnya tergantung user. Jika penggunanya makin banyak, tentu malware-nya juga akan makin banyak," jelas Dony Koesmandarin, Territory Channel Manager Kaspersky Indonesia.
"Contohnya bulan puasa kemarin, mungkin banyak yang akses Facebook sambil menunggu buka puasa, jadi serangan malware terhadap pengguna Facebook juga meningkat," pungkasnya saat ditemui di Jakarta, Selasa (11/8/2015).
(rou/rou)