Data yang dibocorkan WikiLeaks kali ini mengklaim adanya aksi penyadapan terhadap tiga presiden Prancis, Jacques Chirac, Nicolas Sarkozy dan Francois Hollande.
Wikileaks seperti dilansir USA Today, Kamis (25/6/2015), memaparkan bahwa aksi mata-mata ini dilakukan dalam kurun waktu 2006-2012. Detail ini disebutkan dalam berkas yang diberi judul Espionnage Elysee.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokumen lain yang tercatat di 2011 memperlihatkan Nicolas Sarkozy berupaya melanjutkan perbincangan perdamaian di antara Israel dan Palestina, tanpa campur tangan Amerika Serikat.
Bocoran ini disebarluaskan surat kabar Prancis Liberation dan situs investigasi Mediapart. WikiLeaks tak lupa menampilkan pesan dari sang pendiri, Julian Assange.
"Warga Prancis berhak mengetahui bahwa pemerintahan terpilih mereka menjadi korban mata-mata dari negara yang mereka anggap sekutu," demikian bunyi pesan tersebut.
(rns/ash)