Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Tiga Orangutan Hampir Punah Dilepaskan di Hutan Kalimatan

Tiga Orangutan Hampir Punah Dilepaskan di Hutan Kalimatan


Aisyah Kamaliah - detikInet

Tiga orangutan terancam punah dilepaskan ke Taman Nasional di Kalimatan. Mereka bernama Badul, Korwas, dan Asoka.
Tiga orangutan terancam punah dilepaskan ke Taman Nasional di Kalimatan. Mereka bernama Badul, Korwas, dan Asoka. Foto: BKSDA Kalimantan Barat, BTNBBBR dan YIARI,
Jakarta -

Tiga orangutan terancam punah dilepaskan ke Taman Nasional di Kalimatan. Mereka bernama Badul, Korwas, dan Asoka. Hewan-hewan ini 'disekolahkan' di Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) dengan pengajaran kemampuan mencari makan, menjelajah, membangun sarang, serta mengembalikan sifat liar mereka, seperti mendorong mereka untuk menjauh dari manusia.

Badul, seekor orangutan jantan, dipelihara di taman pengunjung. Dia harus mempelajari kembali keterampilan-keterampilan penting selama delapan tahun sampai akhirnya dianggap lulus dari 'sekolah hutan' dan siap untuk memulai hidupnya di alam liar.

Asoka baru berusia lima bulan saat diselamatkan. Ia tinggal bersama sebuah keluarga di dalam rumah mereka. Makanan Asoka saat itu adalah susu kental manis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Melansir IFLScience, ketika tiba di pusat rehabilitasi, Asoka sampai harus mendapatkan perawatan intensif untuk mengatasi efek dari pola makan yang tidak sesuai. Sekarang, 10 tahun setelah pertama kali tiba di pusat tersebut, ia telah mempelajari keterampilan yang diperlukan untuk bertahan hidup di alam liar.

Korwas, seekor orangutan betina, diselamatkan oleh polisi dari perdagangan satwa liar ilegal. Ia tiba dengan infeksi jamur kulit, tetapi setelah perawatan dan menunjukkan perilaku yang semakin liar, ia dianggap siap untuk kembali ke alam liar.

"Setiap orangutan yang kami lepas telah menjalani pemeriksaan kesehatan yang ketat dan rutin selama periode rehabilitasi. Badul, Korwas, dan Asoka telah menunjukkan kondisi fisik yang baik, kesehatan yang stabil, dan perilaku yang mendukung keberhasilan bertahan hidup di alam liar," jelas Manajer Manajemen Hewan YIARI drh Andini Nurillah dalam pernyataan yang dikirimkan ke IFLScience.

Ketiga orangutan tersebut, yang merupakan orangutan Borneo (Pongo pygmaeus), salah satu dari tiga spesies orangutan, menjalani tes medis dan pemasangan microchip sebelum memulai perjalanan berat selama tiga hari dari pusat rehabilitasi ke lokasi pelepasan yang dipilih, Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

Masyarakat setempat di sekitar lokasi pelepasan terlibat dalam pelepasan tersebut, bertindak sebagai pengangkut kandang untuk hewan-hewan tersebut.

Tiga orangutan terancam punah dilepaskan ke Taman Nasional di Kalimatan. Mereka bernama Badul, Korwas, dan Asoka.Masyarakat ikut membantu pelepasan orangutan tersebut. Foto: BKSDA Kalimantan Barat, BTNBBBR dan YIARI,

Orangutan liar terdaftar sebagai spesies yang terancam punah oleh IUCN, dengan ancaman seperti perburuan ilegal, hilangnya dan fragmentasi habitat, dan bahkan kebakaran sebagai ancaman utama bagi spesies ini. Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya dipilih sebagai lokasi pelepasan karena secara rutin dipantau melalui patroli konservasi. Area ini memiliki tutupan hutan yang baik, makanan yang berlimpah, dan sedikit tekanan manusia.

Dengan menambahkan orangutan yang diselamatkan ke lingkungan ini, mereka juga akan membantu kesehatan hutan dengan menciptakan celah di antara pepohonan dan menyebarkan biji. Pada gilirannya, populasi orangutan di daerah ini diharapkan akan meningkat.

Orangutan memiliki masa kehamilan yang mirip dengan manusia dan biasanya hanya memiliki satu anak dalam satu waktu. Namun, anak-anak tersebut tinggal bersama induknya selama 2-4 tahun, menjadikan mereka salah satu mamalia yang paling lambat berkembang biak.

Lebih lanjut, tim akan terus memantau ketiga orangutan tersebut untuk memastikan mereka menerapkan semua yang telah mereka pelajari di sekolah hutan dengan baik di habitat liar baru mereka.

Tiga orangutan terancam punah dilepaskan ke Taman Nasional di Kalimatan. Mereka bernama Badul, Korwas, dan Asoka.Tiga orangutan terancam punah dilepaskan ke Taman Nasional di Kalimatan. Mereka bernama Badul, Korwas, dan Asoka. Foto: BKSDA Kalimantan Barat, BTNBBBR dan YIARI,

"Setiap orangutan yang berhasil dikembalikan ke hutan adalah hasil dari proses yang panjang: penyelamatan, rehabilitasi, dan perawatan rutin oleh tim yang berdedikasi. Pelepasan ketiga orangutan ini bukan hanya kabar baik bagi YIARI tetapi juga untuk masa depan keanekaragaman hayati Indonesia," kata Ketua YIARI Silverius Oscar Unggul.

"Kami sangat menghargai dukungan dari BKSDA Kalimantan Barat, TNBBBR, dan masyarakat sekitar yang membantu memastikan hutan tetap menjadi rumah yang aman bagi orangutan," tandasnya.




(ask/ask)





Hide Ads