Produsen perangkat keras kembali memberi sinyal soal tekanan besar di pasar kartu grafis. Zotac memperingatkan harga GPU akan semakin mahal dan pasokannya makin sulit didapat sepanjang 2026, seiring berlanjutnya krisis memori global.
Peringatan tersebut disampaikan dalam memo internal divisi Zotac Korea Selatan yang beredar baru-baru ini. Dalam dokumen tersebut, Zotac menyebut kenaikan harga GPU sudah mulai terasa dan berpotensi berlangsung dalam jangka panjang, tanpa kepastian kapan kondisi akan membaik.
Harga rata-rata kartu grafis terbaru, termasuk Nvidia RTX 50 series dan AMD RX 9000 series, tercatat terus naik dalam beberapa pekan terakhir. Zotac menyoroti kenaikan harga pada model seperti RTX 5090 dan RTX 5060 sebagai indikasi awal dari kelangkaan yang lebih serius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zotac mengakui perusahaan kemungkinan tidak mampu menjaga stabilitas pasokan GPU dalam waktu dekat. Bahkan, perusahaan menyebut kondisi ini dapat mengancam keberlangsungan produsen dan distributor kartu grafis jika tekanan biaya terus meningkat, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Jumat (30/1/2026).
Sumber utama masalah berasal dari lonjakan harga kontrak memori DRAM dan NAND. Zotac menilai harga memori saat ini sudah berada di level yang tidak wajar, sementara kapasitas produksi global masih terbatas.
Lonjakan permintaan dari sektor data center menjadi faktor kunci. Ledakan pembangunan infrastruktur AI membuat produsen memori mengalihkan sebagian besar kapasitas ke server dan komputasi skala besar. Perusahaan teknologi, termasuk Nvidia, berlomba mengamankan pasokan untuk kebutuhan AI, yang berdampak langsung pada pasar konsumen.
Dalam kondisi tersebut, produsen memori seperti Samsung dan SK Hynix dilaporkan berencana menaikkan harga DRAM dan NAND hingga 70%. Di sisi lain, Nvidia juga disebut akan mengumumkan kenaikan harga RTX 50 series dalam waktu dekat, mengikuti langkah para mitra manufakturnya.
Zotac menilai dampak kelangkaan akan lebih terasa pada GPU yang tidak menggunakan semikonduktor buatan Samsung. Untuk mengurangi tekanan pasokan, Nvidia dikabarkan mempertimbangkan kembali produksi RTX 3060 berbasis arsitektur Ampere, yang menggunakan proses manufaktur Samsung dan dinilai lebih matang.
Krisis memori ini tidak hanya memengaruhi kartu grafis. Harga SSD dan hard disk juga dilaporkan melonjak tajam, terutama untuk kapasitas besar. Produsen smartphone pun diperkirakan akan menyesuaikan proyeksi produksi akibat tekanan biaya komponen.
(asj/asj)

