YouTuber pemberani menjelajahi pulau terpencil di Skotlandia yang pernah dihapus dari peta. Tahun lalu, Ellie Whitby, pemilik channel EllieMarieTV di YouTube, menyambangi pulau misterius dengan sejarah kelam terkenal itu, sebagai bagian video investigasi lokasi-lokasi "terlarang".
Ellie dan seorang temannya berkendara menuju Pulau Gruinard, juga dikenal "Pulau Antraks". Julukan menyeramkan ini didapat setelah ilmuwan mengontaminasi tanah tersebut saat eksperimen senjata biologis rahasia selama Perang Dunia II.
Antraks adalah penyakit menular yang berpotensi mematikan, biasanya disebabkan bakteri Bacillus anthracis. Menyusul eksperimen tersebut, Pulau Gruinard dianggap terlalu berbahaya, baik bagi hewan ternak maupun manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejarah suram pulau itu tidak menyurutkan niat Ellie. Meski mengakui pulau itu sangat menakutkan, ia bertekad untuk berbicara dengan penduduk sekitar mengenai situs tersebut dan berharap bisa membujuk seseorang untuk menyeberangkannya ke pulau itu.
"Jadi, kami berada di kota setempat untuk melihat apakah ada yang bersedia mengantar saya ke Pulau Antraks, dan saya ingin tahu pendapat mereka. Apa yang mereka pikirkan tentang upaya besar-besaran pemerintah menutup-nutupi rahasia yang terjadi satu mil dari pantai mereka?" jelasnya.
Ellie mewawancarai warga sekitar. Salah satunya membenarkan pemerintah merahasiakannya. Warga lain menduga uji coba imenyebabkan kematian domba. Ia akhirnya bertemu pendayung kayak bernama Will, yang bersedia menyeberangkan Ellie. "Sudah waktunya jadi satu dari sedikit orang yang pernah menginjakkan kaki di pulau yang disembunyikan dari seluruh dunia ini dan melihat apakah konspirasi itu benar," kata Ellie.
Ellie Whitby di Gruinard Island. Foto: Mirror |
Akhirnya, mereka mendarat di pulau itu di dekat sistem gua, namun Ellie tampaknya berubah pikiran. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak cukup bodoh untuk tinggal lebih lama lagi sehingga meninggalkannya tak lama kemudian.
Kembali ke tahun 1942, Perdana Menteri saat itu, Winston Churchill, khawatir Nazi mengembangkan senjata biologis. Ia pun memerintahkan para ilmuwan untuk menyelidiki cara menjadikan infeksi bakteri mematikan itu sebagai senjata.
Terletak di Teluk Gruinard, pulau seluas 211 hektar ini berfungsi sebagai tempat uji coba. Penduduk di pemukiman terdekat tidak mengetahui adanya eksperimen ini, namun rumor mulai beredar begitu ternak mulai mati.
Dalam film dokumenter The Mystery of Anthrax Island, Edward Spiers, profesor emeritus di Universitas Leeds, menyatakan: "Tujuannya menguji apakah antraks akan bertahan dari ledakan di lapangan. Mereka tidak mengetahui hal itu dan apakah antraks akan tetap ganas setelahnya."
"Sekitar delapan puluh domba diikat pada berbagai jarak searah angin dari titik ledakan. Ledakan dilakukan dengan kendali jarak jauh. Itu bukan ledakan menggelegar, melainkan embusan spora sangat kuat bergerak mengikuti angin dan menyebabkan infeksi serta kematian di mana pun ia lewat," paparnya.
Hal ini menyebabkan konsekuensi mengerikan, karena domba-domba dengan cepat menunjukkan gejala dan mati. Bangkainya kemudian dibakar atau dikubur. Uji coba rahasia berlangsung hingga 1943, tapi dampaknya bertahan lama. Antraks yang sangat resistan dilaporkan dapat bertahan di tanah beberapa dekade dan akses ke pulau itu dilarang keras.
Ilmuwan menyambangi Gruinard Island. Foto: Mirror |
Pulau Gruinard bahkan pernah dihapus dari beberapa peta karena kekhawatiran kelompok teroris akan pergi ke pulau itu untuk mengambil sampel bakteri mematikan. Dianggap sukses, ilmuwan menyelesaikan pekerjaan mereka dan kembali ke Porton Down, fasilitas pemerintah rahasia di Wiltshire tempat penelitian penyakit dan senjata kimia dilakukan.
Senjata biologis yang diusulkan Churchill tak pernah digunakan. Bertahun-tahun kemudian, upaya dilakukan untuk membersihkan pulau itu, yang tampaknya berhasil. Tahun 1990, pemerintah Inggris resmi mengumumkan pulau itu bebas antraks, mengakhiri karantina 48 tahun. Namun masih banyak yang tak berani menjelajahinya.
(fyk/fyk)

