Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pejabat Iran Dilarang Pakai Smartphone

Pejabat Iran Dilarang Pakai Smartphone


Anggoro Suryo Jati - detikInet

Ilustrasi, (gettyimages)
Jakarta - Setiap pejabat Iran yang mempunyai akses ke informasi rahasia akan dilarang menggunakan perangkat ponsel pintar, terutama untuk hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan. Apa alasannya?

Menurut pernyataan resmi pemerintah Iran, kebijakan ini dilakukan karena mereka takut akan spionase yang terjadi di dunia maya, demikian dikutip detikINET dari Yahoo, Selasa (16/5/2015).

Ponsel pintar, dinilai pemerintah Iran, tidak aman. "(Karena) data yang ada di dalamnya pasti di-back up, dan tidak bisa dihapus ataupun diakses," ujar Brigjen Gholamreza Jalali, Kepala Organisasi Keamanan Sipil Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Jalali, aturan ini sedang menunggu persetujuan terakhir. Dan jika nanti sudah diteken, para pejabat pemerintah harus menggunakan ponsel 'tak pintar' untuk pekerjaan yang terkait dengan informasi sensitif. Namun mereka tetap diperbolehkan menggunakan ponsel pintar di kehidupannya sehari-hari.

Aturan anyar ini muncul setelah pembicaraan pemerintah Iran dan negara lain mengenai nuklir dilaporkan terkena penyadapan. Pemerintah Swiss dan Austria mengaku bahwa mereka telah melakukan penyelidikan di hotel tempat pembicaraan itu berlangsung.

Dan hasil penyelidikan itu mengarah kepada Israel, yang sejak awal sudah menentang keras kebijakan diplomasi nuklir. Namun pihak Israel tentu membantah tuduhan tersebut.

Iran sudah beberapa kali menjadi korban serangan cyber. Salah satunya pada tahun 2010, ketika fasilitas nuklir mereka di Natanz diserang oleh Stuxnet, sebuah cyber virus yang mereka klaim dikirim oleh Israel dan Amerika Serikat.

(asj/ash)




Hide Ads