Adalah James B. Comey, direktur FBI yang mengungkap hal itu di International Conference on Cyber Security di New York, Amerika Serikat.
Menurut Comey, hal yang membuat FBI yakin bahwa Korut ada di balik semua ini adalah karena Guardian of Peace (GOP) -- si hacker -- sempat lalai dalam menyembunyikan lokasi mereka saat melakukan peretasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tahu siapa yang meretas Sony. Yaitu Korea Utara. Saya sangat yakin keterlibatan mereka dalam serangan ini," ujar Comey, seperti dilansir Buzzfeed, Kamis (8/1/2015).
Namun menurut sumber lain, GOP dengan cepat menyadari kesalahannya. Pada serangan selanjutnya mereka langsung menyalakan software untuk menutupi lokasi aslinya.
Untuk menyulitkan identifikasi, GOP mengalihkan serangan melalui serangkaian alamat IP di berbagai negara, seperti Bolivia, Singapura, Polandia, dan Italia.
Ini adalah jawaban FBI atas keraguan yang diungkapkan oleh banyak pakar keamanan cyber atas tuduhan FBI terhadap Korut.
(asj/ash)