Beragam aplikasi jahat, botnet, malware atau sejenisnya sengaja diciptakan sebagai akses jalan masuk peretas nakal ke sebuah sistem, dalam hal ini bisa saja itu adalah sebuah komputer rumahan.
Membuat aplikasi tersebut tidaklah gampang, bahkan menuntut sumber daya yang cukup serius. Jadi memang hanya hacker kelas atas saja yang mampu mengerjainya. Sedangkan untuk peretas lainnya bisa membeli botnet dengan harga yang lumayan mahal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari 965 orang yang menjadi koresponden, hanya 17 di antaranya yang peduli akan keamanan komputer dengan menggunakan mesin virtual. Sementara sisanya dapat dengan mudah dikelabuhi.
Hasil survei tersebut menuliskan bahwa kebanyakan para pengguna komputer akan tetap menginstal sebuah aplikasi meski piranti lunak itu sudah diberi label berbahaya oleh sistem operasi. Padahal bisa jadi dalam aplikasi tersebut sudah disusupi script jahat untuk mengendalikan komputer.
Penelitian itu juga menyebutkan bahwa peretas sebenarnya sudah tak perlu lagi membeli bot, atau aplikasi sejenisnya dengan harga mahal. Mereka bisa saja secara langsung membujuk para calon korbannya untuk menggunakan jaringan atau aplikasi yang sudah dipersiapkan.
Hasil riset yang dilansir situs Carnegie Mellon University, dan dikutip detikINET, Senin (16/6/2014), menyimpulkan bahwa kini membajak PC seseorang bukan saja lebih mudah, tapi bisa juga lebih murah karena rendahnya kepedulian pengguna terhadap sistem keamanan.
(eno/ash)