National Technology Officer Microsoft Indonesia Tony Seno mengatakan, wanita pada umumnya rentan diserang penjahat cyber karena tidak aware dan kurang pemahaman terhadap serangan-serangan terselubung.
Hal yang sama juga dikhawatirkan oleh Regional Director IPR dan Digital Crimes Unit Microsoft Asia Pasifik Keshav S Dhakad. "Mereka ini (pengusaha dari kaum wanita) menjadi sasaran empuk, untuk mencuri informasi data hingga merugikan secara materi," ujarnya di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (20/5/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengusaha wanita harusnya sudah memiliki kesadaran penggunaan IT merupakan solusi menjadi efisiensi dengan pemasaran yang lebih luas," katanya dalam seminar pemanfaatan cloud computing bagi pengusaha wanita.
IWAPI memang tidak mempunyai data berapa persen pengusaha wanita yang menggunakan IT. Tapi, Nita menggambarkan bahwa 4 dari 6 pengusaha di Indonesia sudah menggunakan internet, dan satu di antaranya berbisnis dengan platform internet.
Nita ingin agar ke depannya internet bisa dimanfaatkan lebih besar untuk pengusaha wanita. Sambil mendorong ke arah komputasi awan, namun tetap sadar akan bahaya kejahatan cyber.
(rou/rou)